Bagnaia mengakui kecerdasan Marquez yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan motor Ducati. Sebaliknya, saat Bagnaia sedang berada dalam performa sulit, Marquez tidak ragu memberikan masukan yang membangun demi kemajuan tim bersama.
“Aku tadinya mencoba membantu Marc ketika dia membutuhkannya, tapi rupanya dia cuma butuh sangat sedikit bantuan saja. Namun, ketika aku justru kesulitan dia mencoba membantuku dengan cara yang sangat positif. Dia itu pebalap yang sangat cerdik dan kami bekerja sama dengan sangat baik bersama-sama,” lugas Bagnaia tentang Marc Marquez.
Kini, kebersamaan harmonis antara hubungan Bagnaia dan Marquez hanya menyisakan 12 seri balapan lagi. Momen pembuktian profesionalisme terakhir mereka sebagai rekan setim di Ducati akan dimulai kembali pada akhir pekan depan dalam gelaran MotoGP Jerman. (jpg)
Seorang manajer MNC Bank, Sadiah Amir, mengaku menjadi korban dugaan kekerasan oleh seorang pengusaha berinisial…
Militer Iran menyatakan pada Rabu siap menyerang semua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah…
Kejelasan pelaksanaan Program 1.000 Rumah Guru Berkah dengan skema DP 0 persen mendapat sorotan dari…
Mengakhiri sebuah hubungan bukanlah keputusan yang mudah. Bagi sebagian orang, perpisahan menjadi salah satu pengalaman…
Disdik Kalteng memastikan revitalisasi sekolah dilakukan berdasarkan data terverifikasi melalui PENA Kalteng dan Dapodik agar…
Tak sedikit orang yang menilai seseorang hanya dari kesan pertama. Dalam astrologi, ada beberapa zodiak…