Bagnaia mengakui kecerdasan Marquez yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan motor Ducati. Sebaliknya, saat Bagnaia sedang berada dalam performa sulit, Marquez tidak ragu memberikan masukan yang membangun demi kemajuan tim bersama.
“Aku tadinya mencoba membantu Marc ketika dia membutuhkannya, tapi rupanya dia cuma butuh sangat sedikit bantuan saja. Namun, ketika aku justru kesulitan dia mencoba membantuku dengan cara yang sangat positif. Dia itu pebalap yang sangat cerdik dan kami bekerja sama dengan sangat baik bersama-sama,” lugas Bagnaia tentang Marc Marquez.
Kini, kebersamaan harmonis antara hubungan Bagnaia dan Marquez hanya menyisakan 12 seri balapan lagi. Momen pembuktian profesionalisme terakhir mereka sebagai rekan setim di Ducati akan dimulai kembali pada akhir pekan depan dalam gelaran MotoGP Jerman. (jpg)
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta…
Tujuh mahasiswa STMIK Palangka Raya mengembangkan sistem informasi buku tamu untuk mendukung digitalisasi administrasi Kanwil…
Kabut asap tebal membuat apel pagi Kanwil Kemenkum Kalteng dipindahkan ke dalam ruangan.
Maulid Nabi di Kanwil Kemenkum Kalteng diisi tausiyah dan penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan “Berkah”.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah. Menggelar pemeriksaan tes urine terhadap pegawai Kantor Kesyahbandaran…
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, turun langsung ke lapangan untuk menyaksikan proses pencarian korban tenggelam…