Cuitan tersebut kala itu menjadi bagian dari kritik politik oposisi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo menjelang Pemilu 2019. Pelemahan rupiah sering dijadikan indikator untuk menyoroti kinerja ekonomi pemerintah saat itu.
Rupiah Melemah, Publik Pertanyakan Konsistensi Narasi Politik
Delapan tahun berselang, kondisi yang terjadi justru memunculkan pertanyaan baru di ruang publik. Ketika nilai tukar rupiah berada pada level yang lebih lemah dibandingkan periode yang pernah dikritik, banyak warganet mempertanyakan konsistensi narasi politik yang dahulu digunakan untuk menyerang pemerintah.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana jejak digital dapat kembali menjadi sorotan ketika situasi yang pernah dikritik muncul dalam konteks pemerintahan yang berbeda.
Di berbagai platform media sosial, unggahan lama tersebut beredar luas dan memancing diskusi mengenai hubungan antara dinamika ekonomi global, kebijakan pemerintah, serta penggunaan indikator ekonomi sebagai alat kritik politik.
Bukan Hanya Rupiah, Cuitan Lama Soal Harga BBM juga kembali Viral
Tidak hanya soal kurs rupiah, publik juga kembali menyoroti sejumlah unggahan lama Partai Gerindra terkait harga bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah unggahan akun Twitter Gerindra pada 2015 yang berisi kritik terhadap kenaikan harga BBM.
Timnas Indonesia akan kembali memasuki agenda penting pada pertengahan 2026 dengan tampil di ASEAN Cup…
Tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Sony Sonjaya mengajukan diri…
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya Dina Maulidah memberikan masukan dan saran kepada Dinas…
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) kabupaten Seruyan, Citra Yudha. Memberikan apresiasi yang tinggi…
Wabup Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta menyebut opini WTP ke-11 merupakan bukti pengelolaan keuangan daerah yang…
Wabup Barsel Khristianto Yudha meresmikan Desa Binaan Imigrasi dan Pelayanan Eazy Passport untuk memperkuat pengawasan…