Dalam unggahan tersebut tertulis:
“KENAIKAN BBM SENGSARAKAN RAKYAT!”
Postingan itu kembali beredar luas setelah harga sejumlah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Saat ini harga BBM nonsubsidi tercatat berada pada level:
– Pertamax Rp 16.250 per liter
– Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter
– Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter
– Dexlite Rp 23.000 per liter
– Pertamina Dex Rp 24.800 per liter
Sementara BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap berada di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Kenaikan harga energi tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara kebijakan ekonomi yang dipengaruhi faktor global dan tanggung jawab politik pemerintah yang sedang berkuasa.
Jejak Digital Lama Bermunculan Kembali
Selain isu rupiah dan BBM, warganet juga mulai mengumpulkan berbagai unggahan lama Partai Gerindra yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, hingga berbagai keluhan kehidupan sehari-hari sebagai warga negara.
Mayoritas unggahan yang kembali viral merupakan kritik yang disampaikan ketika partai tersebut masih berada di posisi oposisi. Kini, ketika tokoh utamanya memegang tampuk pemerintahan, publik membandingkan narasi masa lalu dengan realitas yang sedang terjadi.
Masyarakat Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim) bersiap menggelar Pesta Adat Budaya Ufah pada Minggu (9/8).
Eks Direktur Pascasarjana UPR didakwa merugikan negara Rp2,43 miliar. Kuasa hukum memastikan akan mengajukan eksepsi…
Peradi Palangka Raya mengecam dugaan tindakan arogan oknum polisi di kediaman advokat Rahmadi G. Lentam…
BKD Kalteng menerapkan sistem digital SIN Career agar seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi berlangsung lebih transparan…
Memperingati Hari Pengayoman ke-81, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kalteng menggelar bakti sosial.
Tren gaya hidup sehat dengan tetap meminum kopi kini sedang menjadi tren di kalangan anak…