“Pergerakan Jokowi bukan hanya memperkuat posisi tawar Gibran, tetapi juga bisa menggeser keseimbangan politik. Itu sebabnya setiap partai akan membaca situasi ini dengan sangat serius,” jelasnya.
Selain itu, Arifki melihat dinamika politik mulai tampak di internal partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan. Menurutnya, meski saat ini masih berada dalam barisan yang sama, masing-masing partai mulai mempersiapkan kepentingan politik untuk menghadapi Pilpres 2029.
“Mereka memang masih berada dalam satu koalisi, tetapi kepentingan politik menuju 2029 mulai berjalan masing-masing. Ibarat tidur dalam satu ranjang, tetapi mimpinya sudah berbeda-beda,” tuturnya.
Ia menambahkan, dinamika tersebut merupakan hal yang lazim dalam politik, mengingat setiap tokoh dan partai akan terus berupaya memperkuat posisi tawarnya menjelang kontestasi nasional.
“Politik selalu soal momentum dan posisi tawar. Ketika satu aktor naik, aktor lain pasti menyesuaikan strategi. Karena itu, publik akan semakin sering melihat manuver para ketua umum partai dan tokoh nasional sebagai bagian dari konsolidasi menuju Pilpres 2029,” pungkas Arifki. (fin/jpg)
Page: 1 2
Setelah sempat melalap puluhan hektar lahan, titik api kembali muncul dan membakar kawasan Desa Kujan,…
Dalam rAngka mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas dengan para wartawan. Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi.…
Tim gabungan Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil mengendalikan kebakaran di area hutan gambut yang berbatasan…
Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengamati perubahan sikap pada mereka yang telah memasuki masa lanjut…
KUR BRI dinilai tak hanya membuka akses modal bagi UMKM, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan uang senilai Rp 764 juta dalam konferensi pers OTT Rektor…