
JAKARTA – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dinilai tak hanya membantu pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan modal, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan literasi keuangan masyarakat hingga pelosok desa.
Ekonom Senior sekaligus Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, menilai konsistensi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan KUR sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan daya tahan usaha masyarakat.
“KUR ini sangat dibutuhkan untuk pelaku-pelaku ekonomi yang masuk kategori mikro dan kecil. Karena KUR itu kan fasilitas kredit untuk dunia usaha yang range-nya paling kecil mungkin Rp10 juta, paling besar Rp500 juta,” kata Ryan di Jakarta, Rabu (19/8).
Hingga semester I-2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur. Penyaluran tersebut didominasi sektor produktif, terutama pertanian sebesar 42,68 persen dan perdagangan 32,34 persen.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 487 ribu debitur berhasil naik kelas atau mengalami graduasi. Capaian itu dinilai menunjukkan pembiayaan KUR tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan skala bisnisnya.
Ryan mengatakan, peningkatan volume penyaluran KUR dari waktu ke waktu menjadi salah satu indikator BRI mampu menjalankan perannya dalam mendukung program pemerintah di sektor ekonomi kerakyatan.
“Secara bertahap dari waktu ke waktu, volume penyaluran Kredit Usaha Rakyat BRI ini kan terus meningkat, terus membesar. Itu memberikan pertanda, memberikan indikasi kuat bahwa memang BRI mampu dan berhasil untuk me-support program pemerintah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, itu melalui penyaluran KUR,” ujarnya.
Menurut Ryan, dampak KUR juga terlihat langsung pada penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal. Ketika modal tambahan digunakan untuk meningkatkan kapasitas usaha, kebutuhan terhadap tenaga kerja pun ikut bertambah.
“Dampak KUR ke lapangan kerja itu sangat riil. Anda datang minta kredit kecil KUR Rp25 juta untuk renovasi tempat jadi restoran atau kafe. Terus banyaknya orang datang dan ngelayani sendiri repot, lalu Anda mulai merekrut tukang cuci piring, bagian melayani konsumen, sampai kasir. Nah, itulah namanya job creation,” jelasnya.
Selain mendorong aktivitas usaha, keberadaan BRI hingga wilayah pedesaan juga dinilai memberikan dampak terhadap literasi keuangan masyarakat.
Menurut Ryan, akses terhadap layanan perbankan membuat masyarakat yang sebelumnya belum mengenal layanan keuangan formal menjadi lebih memahami cara menyimpan uang, mengakses pembiayaan, hingga mengelola keuangan melalui lembaga perbankan.
“Prestasi BRI itu bukan sekadar menyalurkan KUR, tapi BRI itu juga langsung atau tidak langsung sudah mendorong yang namanya edukasi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap keuangan. Orang desa, orang kampung, dulu enggak kenal bank. Begitu BRI masuk ke sana, jadi kenal. Oh, begini toh cara menyimpan duit di bank, cara mencari kredit di bank,” tambahnya.
Dari sisi keamanan penyaluran, Ryan menilai industri perbankan memiliki mekanisme pengawasan berlapis, baik dari internal maupun eksternal.
“Proses bank itu paling ketat. Orang yang ngawasi bank itu banyak kok, ada internal audit, ada compliance, ada risk management, ada OJK. Apalagi ini KUR, ini kan programnya pemerintah, pengawasannya lebih ketat. Hampir enggak ada celah kok,” pungkas mantan Staf Ahli OJK tersebut.
Dengan cakupan penyaluran yang luas dan fokus pada sektor produktif, KUR BRI dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil di daerah. (yan/kpg)
Setelah sempat melalap puluhan hektar lahan, titik api kembali muncul dan membakar kawasan Desa Kujan,…
Dalam rAngka mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas dengan para wartawan. Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi.…
Tim gabungan Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil mengendalikan kebakaran di area hutan gambut yang berbatasan…
Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengamati perubahan sikap pada mereka yang telah memasuki masa lanjut…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan uang senilai Rp 764 juta dalam konferensi pers OTT Rektor…
Karhutla terjadi di sejumlah titik area kampus, namun UPR memastikan perkuliahan semester ganjil tetap berjalan…