“Armada pemadam ini sulit menjangkau kedalaman hutan dan juga gambut. Kita meminta pemerintah dalam memberikan bantuan harus pertimbangan kondisi lapangan,” tukasnya.
Kabut asap makin pekat dan menyelimuti pemukiman warga serta mengancam kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Kalteng.
Kebakaran di atas tanah gambut yang dalam membutuhkan penanganan helikopter bom air (water bombing) serta modifikasi cuaca secara berkelanjutan, bukan sekadar pengiriman mobil pemadam di wilayah perkotaan.
“GP Ansor Kalteng menuntut pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran darurat bencana secara proporsional demi menyelamatkan paru-paru dunia di Kalteng. Negara wajib hadir secara utuh melalui aksi nyata yang terukur, bukan sekadar menghabiskan anggaran negara demi program operasional yang tidak membuahkan hasil di lapangan,” pungkasnya.(hfz)
Page: 1 2
Disdik Palangka Raya memperpanjang pelaksanaan PJJ jenjang PAUD hingga SMP sampai 30 September 2026 akibat…
George Russell berhasil memenangkan Grand Prix Azerbaijan, Sabtu (26/9), dengan meyakinkan. Pembalap Mercedes itu meraih…
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menutup Singapore Open 2026 dengan gelar juara. Berstatus non-unggulan, pasangan Indonesia/Selandia Baru…
Indonesia memastikan tambahan empat medali dari cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2026. Kepastian itu…
Sate lilit merupakan salah satu hidangan yang identik dengan kuliner Bali. Berbeda dari sate pada…
Densus 88 Satgaswil Kalteng membagikan 2.500 masker kepada para pengguna jalan dan anak panti asuhan…