“Dengan mekanisme ini diharapkan bisa memadamkan bara api di bawah sehingga tidak memunculkan asap dari bawah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iwan menyebut cairan X-Fire sebelumnya juga telah digunakan dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Riau.
“Cairan ini sudah pernah digunakan di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Riau dan sekarang ke Kalimantan Tengah. Hasilnya efektif dan mampu memadamkan secara tuntas,” katanya.
Untuk mendukung penanganan karhutla di Kalteng, penggunaan cairan tersebut nantinya juga akan dilakukan dengan memproduksinya secara lokal.
Iwan mengatakan, tempat untuk memproduksi cairan X-Fire di Kalteng telah disiapkan. Dengan demikian, kebutuhan cairan pemadam dapat dipenuhi lebih cepat dan proses penanganan karhutla di lapangan menjadi lebih efisien.
“Cairan ini akan diproduksi di Kalteng dan tempatnya sudah disiapkan, sehingga lebih efisien lagi,” imbuhnya.
Penanganan di Jalan Manduhara Ujung dilakukan Kapolda Kalteng bersama jajaran dan tim Mabes Polri sebagai bagian dari upaya mengendalikan karhutla, khususnya bara api di bawah permukaan gambut yang masih berpotensi menghasilkan asap. (jef)
Page: 1 2
Hubungan antarmanusia tidak selalu berjalan sederhana. Ada kalanya seseorang memilih menyembunyikan rasa kecewa, kesal, atau…
Kondisi finansial seseorang tidak selalu ditentukan oleh besarnya pendapatan. Cara berpikir dan kebiasaan dalam menggunakan…
Di tengah kehidupan modern, penampilan sering kali menjadi salah satu cara seseorang menunjukkan pencapaian. Kendaraan…
Nama mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo muncul dalam polemik temuan fasilitas mewah di Lembaga…
Rahmat Erwin Abdullah kembali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Asian Games. Tak sekadar naik…
Tersangka dugaan kekerasan seksual mengajukan praperadilan, sementara polisi dan pihak korban menyatakan siap mengikuti proses…