Categories: Pro Kalteng

Kasus Bullying yang Berakhir Damai Tidak Berarti Persoalan Telah Selesai, Juga Harus Ada Evaluasi

Ia mengingatkan, sekolah tidak boleh menggunakan kata “damai” sebagai penutup masalah. Sebaliknya, damai harus menjadi pintu masuk untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Sekolah harus berhenti menggunakan kata damai sebagai tameng untuk menutupi kelalaian pengawasan,” ujarnya.

Yuliana menilai, dalam kasus perundungan anak, perhatian tidak cukup hanya diberikan pada proses saling memaafkan. Korban tetap membutuhkan ruang aman, pendampingan, dan pemulihan agar tidak membawa trauma dalam jangka panjang.

Menurutnya, pemindahan korban ke sekolah lain juga tidak boleh dipandang sebagai solusi utama. Sebab, ketika korban yang harus berpindah, muncul kesan seolah beban penyelesaian justru ditanggung oleh anak yang mengalami perundungan.

“Memaksa korban menerima perdamaian atau memindahkan mereka ke sekolah, tanpa pendampingan penyembuhan trauma, adalah ketidakadilan,” kata Yuliana.

Ia menjelaskan, dampak bullying tidak selalu terlihat secara langsung. Anak yang menjadi korban dapat mengalami ketakutan, kehilangan rasa percaya diri, enggan bersosialisasi, bahkan merasa tidak aman berada di lingkungan sekolah.

Karena itu, kasus lama seperti yang terjadi di Palangka Raya harus menjadi alarm. Sekolah tidak cukup hanya menyatakan kasus selesai, tetapi harus memastikan sistem pencegahan benar-benar bekerja.

Dari perspektif sosiologi, Yuliana menyebut bullying bukan sekadar kenakalan spontan antaranak. Perundungan sering kali berkaitan dengan relasi kuasa, pencarian status sosial, dan keinginan pelaku untuk mendapatkan pengakuan dari kelompok sebaya.

Ia menyinggung pemikiran Pierre Bourdieu, bahwa tindakan sosial dapat berkaitan dengan perebutan posisi dan simbol pengakuan dalam lingkungan tertentu. Dalam konteks sekolah, pelaku bullying dapat menggunakan tekanan terhadap korban untuk terlihat dominan.

“Pelaku cenderung menggunakan cara-cara yang salah, seperti menindas yang lebih lemah, agar terlihat hebat dan diakui di lingkungan pertemanannya. Jadi, ini bukan sekadar keisengan spontan, melainkan ada keinginan untuk mendominasi,” ujarnya.

Menurut Yuliana, pemahaman ini penting agar guru dan orang tua tidak meremehkan bullying sebagai candaan biasa. Jika dianggap sepele, perilaku tersebut dapat terus berkembang dan membentuk karakter dominatif pada anak.

“Itulah mengapa kita tidak bisa menganggapnya candaan biasa, karena ada hati anak lain yang dikorbankan demi sebuah pengakuan status,” katanya.

Yuliana juga mengingatkan adanya efek gunung es dalam kasus perundungan. Kasus yang muncul ke publik sering kali hanya sebagian kecil dari persoalan yang sebenarnya terjadi di lingkungan sekolah.

Ketika murid melihat laporan bullying hanya berakhir dengan damai, pemindahan korban, atau tanpa perubahan nyata, korban lain dapat memilih diam. Kondisi ini membuat kasus serupa sulit terdeteksi sejak awal.

Page: 1 2 3 4

Indar

Recent Posts

Palangka Raya Jadi Tuan Rumah Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa, Diikuti Lebih dari 900 Hadirin

Saksi-Saksi Yehuwa menggelar Pertemuan Regional “Bahagia Selamanya” di Palangka Raya.

4 hours ago

Kabut Asap Kian Pekat, Disdik Palangka Raya Wajibkan Siswa Bermasker dan Sesuaikan Pembelajaran

Kabut asap yang semakin pekat membuat Disdik Kota Palangka Raya menerapkan penyesuaian pembelajaran dan mewajibkan…

4 hours ago

MTQH ke-53 Barito Utara: Bupati Tekankan sebagai Media Dakwah Bukan Hanya Lomba

Suasana khidmat menyelimuti Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara, Sabtu siang (25/7), saat…

4 hours ago

Tinjau Progres Jembatan Lemo dan PDAM Jingah, Bupati Barito Utara Pastikan Pembangunan Tepat Waktu

Pemerintah Kabupaten Barito Utara menunjukkan komitmen serius dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis daerah.

4 hours ago

Legislator Ajak Masyarakat Tak Membakar Lahan di Musim Kemarau

Memasuki Musim kemarau, intensitas hujan mulai mulai berkurang, hal ini juga terjadi di Kabupaten Murung…

4 hours ago

Disdikbud Mura Tutup Seleksi Kepala Sekolah dan Guru Berprestasi 2026

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Murung Raya resmi menutup rangkaian Seleksi Kepala Sekolah dan…

5 hours ago