
Sosiolog, sekaligus akademisi Sosiologi di Universitas Palangka Raya, Yuliana S.Sos., MA, (FOTO : IST).
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kasus perundungan (bullying) yang pernah menimpa murid di SDN Percobaan Kota Palangka Raya pada tahun 2023 silam, kembali menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan.
Meski perkara tersebut telah berakhir damai, kejadian seperti itu dinilai tidak boleh dibiarkan berhenti sebagai catatan lama tanpa pembenahan.
Sosiolog Yuliana SSos, MA. Menilai kasus tersebut perlu diulas kembali, bukan untuk membuka luka lama. Melainkan sebagai pengingat peringatan agar sekolah, orang tua, dan pemerintah lebih memperhatikan dalam perlindungan anak dari kekerasan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya. Kasus bullying yang berakhir damai tidak berarti persoalan telah selesai. Jika tidak ada evaluasi, pendampingan, dan perubahan sistem pengawasan, maka potensi kejadian serupa dapat kembali muncul di sekolah lain.
“Kasus Palangka Raya 2023 adalah pengingat keras bahwa penyelesaian di permukaan tidak pernah menyembuhkan trauma. Ketika kasus diselesaikan damai tanpa ada perbaikan sistem, kita sebenarnya sedang menabung bom waktu,” kata Yuliana dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Kasus pembullyan tersebut sebelumnya sempat diproses melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya. Namun pihak-pihak terkait sepakat menempuh jalur damai dan diselesaikan secara kekeluargaan, pada Kamis, (8/6/2023),
Menurut Yuliana. Jalan damai mungkin menjadi ruang penyelesaian yang akan menutup segera masalah, namun jalan tersebut hanya sebagai penutup, tapi juga harus ada evaluasi kedepan bagaimana mencari akar permasalahan agar menjadi solusi terkait pengawasan sekolah dan pembinaan karakter murid.
Agustiar Sabran resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB Percasi masa bakti 2026–2030.
Empat orang tewas dan enam lainnya terluka dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk bermuatan gulungan kertas…
Tim hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, memastikan ada…
Bupati Kapuas HM Wiyatno menegaskan kiprah para purnabakti aparatur sipil negara (ASN) masih sangat dibutuhkan…
Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj Mery Rukaini MIP memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas…
Edy Pratowo menargetkan Musda DPD II Partai Golkar di 14 kabupaten dan kota se-Kalteng rampung…