Categories: Lintas Borneo

Belum Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, BPBD Kalsel Percepat Persiapan Hadapi Kebakaran Musim Kemarau

Kalsel Belum Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

SEMENTARA. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan belum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mulai mempercepat berbagai persiapan untuk menghadapi potensi kebakaran saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menjelaskan, kondisi Kalsel saat ini belum memenuhi syarat penetapan status siaga darurat karena hujan masih turun di sejumlah daerah.

Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa provinsi lain yang telah menghadapi ancaman karhutla lebih tinggi. “Kita masih berada pada kondisi yang cukup aman,” katanya, Kamis (2/7).

Meski demikian, BPBD tidak ingin menunggu hingga risiko meningkat. Kesiapan personel, peralatan, dan mekanisme penanganan mulai diperkuat agar seluruh unsur dapat bergerak cepat jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Sisi lain, Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan turut memperkuat alasan belum ditetapkannya status siaga darurat karhutla di Kalsel.

Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 30 Juni 2026, sebagian besar wilayah Kalsel masih berada pada kategori sangat pendek, yakni baru mengalami satu hingga lima hari tanpa hujan.

BMKG juga mencatat sejumlah daerah masih menerima hujan hingga pembaruan data dilakukan. Dalam data harian yang dirilis BMKG Kalsel, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Ota Welly Jenni Thalo, menjelaskan hanya sebagian kecil wilayah yang mulai menunjukkan kondisi lebih kering.

Beberapa daerah telah memasuki kategori HTH pendek selama enam hingga 10 hari dan menengah selama 11 hingga 20 hari. Sementara kategori HTH panjang selama 21 hingga 30 hari hanya terpantau di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Meski demikian, BMKG tetap mencatat kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah daerah. Pada 1 Juli 2026 terdeteksi 17 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Selatan, Kotabaru, Tanah Laut, dan Tapin.

Sementara pada 2 Juli 2026, jumlah hotspot turun menjadi 16 titik. Sebarannya terkonsentrasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, dan Tapin. Dari jumlah tersebut, satu titik di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan sisanya berada pada kategori sedang dan rendah. (jpg)

Page: 1 2

Hendry Priyatmoko

Recent Posts

Kodam XXI Tambun Bungai Maksimalkan Satuan Organik untuk Tangani Karhutla di Kalteng

Kodam XXII Tambun Bungai memaksimalkan kekuatan satuan organik di daerah untuk menangani kebakaran hutan dan…

8 hours ago

Sup Daging Kacang Merah

Hujan dan udara dingin sering kali membuat kita ingin menyantap makanan berkuah yang hangat dan…

9 hours ago

Ayam Bakar Bumbu Merah

Ayam bakar menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu berhasil menggugah selera. Aroma khas dari…

10 hours ago

‎Alfamart Bagikan Masker dan Vitamin untuk Warga Terdampak Kabut Asap di Palangka Raya

Alfamart membagikan masker dan vitamin kepada masyarakat yang beraktivitas di tengah kabut asap.

10 hours ago

Meditasi Jangka Panjang Berkaitan dengan Perubahan Cara Otak Memproses Perhatian

Meditasi sering kali dimulai dengan tujuan sederhana: ingin mengurangi stres, menenangkan pikiran, atau sekadar mencari…

10 hours ago

Yakiniku Tofu yang Lezat dan Praktis

Yakiniku merupakan salah satu hidangan Jepang yang cukup populer di berbagai negara. Cita rasa gurih…

10 hours ago