Categories: Lintas Borneo

Belum Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, BPBD Kalsel Percepat Persiapan Hadapi Kebakaran Musim Kemarau

PROKALTENG.CO-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Banjar. Insiden terbaru terjadi di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, pada Rabu (1/7) siang.

APi tiba-tiba melalap area perkebunan dan semak belukar. Kobaran api sempat membesar dan membuat warga panik sebelum berhasil dipadamkan oleh relawan pemadam kebakaran.

Penjaga kebun, Rizal, bersama keluarganya, sempat berjibaku menggunakan air irigasi seadanya sebelum bantuan tiba. “Sekitar pukul 11 saya pulang dari kebun. Kemudian sekitar setengah satu saya mendapat kabar ada api di ujung kawasan. Saat saya lihat, apinya sudah membesar,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Banjar, sedikitnya 0,5 hektare lahan hangus dalam kejadian tersebut.

Sisi lain, Data BPBD Banjar menunjukkan tren kebakaran meningkat tajam sepanjang Juni 2026. Dalam kurun 7–29 Juni, tercatat tujuh kejadian karhutla dengan total luas terdampak mencapai 45,1 hektare.

Kecamatan Martapura Barat menjadi wilayah paling parah, dengan kebakaran di Desa Sungai Batang yang menghanguskan 27,8 hektare lahan dalam satu insiden.

Selain itu, titik api juga muncul di Karang Intan (7 hektare), Martapura (3,3 hektare), Pengaron (1,5 hektare), dan Cintapuri Darussalam. Meski sebagian besar tidak menimbulkan korban jiwa, sisa api dan asap tipis masih terpantau di beberapa lokasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menegaskan bahwa ancaman karhutla tahun ini harus diantisipasi serius. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dan kering, dengan puncak pada Juli–September. “Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Enam kecamatan dipetakan sebagai wilayah paling rawan, yakni Martapura Barat, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, Gambut, Cintapuri Darussalam, dan Karang Intan. Lahan gambut di kawasan tersebut dinilai sangat rentan memunculkan titik panas (hotspot) saat kemarau.

Sekda menegaskan, penegakan hukum akan dilakukan terhadap pelanggar yang terbukti memicu kebakaran. “Penegakan hukum secara profesional akan tetap dilakukan terhadap pelanggar yang memicu terjadinya kebakaran,” tandasnya.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah. “Kondisi saat ini sangat rawan dan panasnya ekstrem. Kita harus sama-sama mencegah agar tidak muncul titik api,” ujar Wasis.

Page: 1 2

Hendry Priyatmoko

Recent Posts

Jejak Rudy Ariffin: Berangkat dari Bupati Banjar, 10 Tahun Pimpin Kalsel sebagai Gubernur

 H. Rudy Ariffin telah berpulang. Mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode itu meninggal dunia di RS Amanah Banjarmasin, Minggu…

9 hours ago

Akibat Abu Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta dan 7 Lainnya Ditutup Hingga Malam Ini

AirNav Indonesia resmi menutup sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan tujuh bandara…

9 hours ago

Pemkab Barito Utara Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026 kepada DPRD

Pemerintah Kabupaten Barito Utara secara resmi menyerahkan Pidato Pengantar Bupati beserta materi Rancangan Peraturan Daerah…

10 hours ago

Penanganan Karhutla Barito Utara: 182 Kejadian Ditangani Hingga Akhir Agustus

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, memaparkan kondisi terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di…

10 hours ago

Semeru Erupsi, Masyarakat Diimbau Harus Waspada

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu (6/9)…

10 hours ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Jawa-Sumatera, Operasional Kereta Api Masih Normal

Ilustrasi perjalanan kereta api. (Humas KAI Daop 8 Surabaya)

10 hours ago