
Ilustrasi: Tim gabungan BPBD Kabupaten Lamandau saat melakukan pemadaman, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lamandau, Jum'at (24/7). (FOTO: HUMAS)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lamandau sepanjang tahun 2026 tercatat telah mencapai 142,77 hektar.
Kendati ratusan hektar lahan hangus terbakar, hingga saat ini pihak kepolisian belum menetapkan satu pun tersangka terkait kasus tersebut.
Kondisi ini memicu kekecewaan dan pertanyaan besar dari masyarakat setempat mengenai komitmen penegakan hukum.
Lambannya proses hukum dan ketiadaan pihak yang bertanggung jawab atas bencana musiman ini dinilai mencederai rasa keadilan warga yang terdampak langsung oleh paparan asap dan kerusakan lingkungan.
Salah satu warga Kabupaten Lamandau menuturkan kekecewaannya terkait minimnya penindakan tegas di lapangan.
“Tahun ini lahan terbakar sampai seratus hektar lebih, asapnya kami yang hirup, tapi anehnya tidak pernah ada pembakar lahan yang ditangkap atau dijadikan tersangka. Kami mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat dalam mengusut kasus ini, jangan sampai penegakan hukum hanya garang di aturan tapi tumpul di pelaksanaan,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut, Kamis (27/8).
Masyarakat mendesak aparat kepolisian dan instansi terkait untuk tidak sekadar fokus pada upaya pemadaman dan mitigasi teknis.
Penyelidikan mendalam dinilai sangat mendesak dilakukan hingga mampu mengungkap pelaku maupun dalang utama di balik terbakarnya puluhan titik lahan di Kabupaten Lamandau.
Menanggapi keluhan publik, Kepolisian Resor (Polres) Lamandau menyatakan bahwa penanganan perkara masih berjalan.
Kasatreskrim Polres Lamandau, AKP Waryoto, saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp menegaskan pihaknya masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
Page: 1 2
Eka Riani ditemukan meninggal dunia sekitar 1 kilometer dari lokasi perkiraan awal tenggelam.
Perumda Tirta Lamandau masih menunggu hasil uji sampel air Sungai Lamandau.
Relawan karhutla Palangka Raya menghadapi asap pekat dan risiko kesehatan. ERP turun membawa 100 paket…
Kodam XXII/Tambun Bungai mengerahkan 149 armada dan hampir 100 sumur bor untuk mempercepat penanganan Karhutla…
Pangdam XXII/Tambun Bungai buka suara soal belum dikerahkannya pesawat pemadam Jepang ke Kalteng. Menurutnya, penanganan…
MotoGP resmi mengumumkan jadwal tes pramusim 2027 yang mengalami pemangkasan durasi. Yakni, dari tiga hari…