Menepis spekulasi yang mengaitkan kepindahannya ke Papua Barat dengan insiden kematian seorang tahanan, ia menegaskan bahwa mutasi jabatannya murni merupakan langkah penyegaran organisasi.
“Oh ndak, ndak, ndak. Ini murni sebagai penyegaran saja,” tegas Putu menanggapi pertanyaan mengenai kaitan mutasinya dengan dinamika kejadian tersebut.
Menurut Putu, pemindahannya lebih didasarkan pada kebutuhan strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait penanganan wilayah timur Indonesia. Ia menilai, pimpinan di pusat memberikannya amanah karena Papua saat ini sedang difokuskan pada peningkatan penanganan keamanan dan pelayanan.
“Dari kami kan juga ada BKO (Bawah Kendali Operasi) sekitar 130-an orang pegawai. Termasuk dari Kalimantan Tengah ini ada tiga orang yang kita kirim ke sana sebagai BKO pengamanan dan pelayanan,” urainya.
Kondisi tersebut, Putu menjelaskan menuntut adanya figur yang mampu mengoptimalkan kembali fungsi-fungsi pemasyarakatan di Papua.
“Jadi memang butuh satu hal yang lebih ditingkatkan kembali kaitannya dengan keamanan, pelayanan, dan fungsi lainnya di Papua. Mungkin pimpinan memberikan satu amanah bagi saya untuk melaksanakan tugas di sana,” pungkasnya. (her)
Saun SPd. Satu-satunya Pendekar Madya Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari Kabupaten Kapuas. Akan mengikuti sebagai…
Lakpesdam NU Kota Palangka Raya memperkenalkan kepengurusan dan program kerja dalam audiensi bersama Anggota DPD…
Sawit dan tambang menghasilkan triliunan rupiah, namun APBD Kalimantan Tengah justru menyusut akibat anjloknya Dana…
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang baru dikenal, tetapi langsung merasa nyaman dengannya? Sebaliknya, ada juga…
Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di kawasan Pasar Besar, Jalan Jawa, dan Jalan…
Kebakaran hebat yang melanda kawasan pertokoan di Kelurahan Kebun Sari RT 05, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai…