Menepis spekulasi yang mengaitkan kepindahannya ke Papua Barat dengan insiden kematian seorang tahanan, ia menegaskan bahwa mutasi jabatannya murni merupakan langkah penyegaran organisasi.
“Oh ndak, ndak, ndak. Ini murni sebagai penyegaran saja,” tegas Putu menanggapi pertanyaan mengenai kaitan mutasinya dengan dinamika kejadian tersebut.
Menurut Putu, pemindahannya lebih didasarkan pada kebutuhan strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait penanganan wilayah timur Indonesia. Ia menilai, pimpinan di pusat memberikannya amanah karena Papua saat ini sedang difokuskan pada peningkatan penanganan keamanan dan pelayanan.
“Dari kami kan juga ada BKO (Bawah Kendali Operasi) sekitar 130-an orang pegawai. Termasuk dari Kalimantan Tengah ini ada tiga orang yang kita kirim ke sana sebagai BKO pengamanan dan pelayanan,” urainya.
Kondisi tersebut, Putu menjelaskan menuntut adanya figur yang mampu mengoptimalkan kembali fungsi-fungsi pemasyarakatan di Papua.
“Jadi memang butuh satu hal yang lebih ditingkatkan kembali kaitannya dengan keamanan, pelayanan, dan fungsi lainnya di Papua. Mungkin pimpinan memberikan satu amanah bagi saya untuk melaksanakan tugas di sana,” pungkasnya. (her)
Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa semakin membuka peluang tampil di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2027 setelah…
Sebanyak 35.476 calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih wajib mengikuti latihan…
Punya nasi sisa semalam di rumah? Selain dijadikan nasi goreng, Anda bisa mengolahnya menjadi Nasi…
Jika sedang mencari olahan daging sapi yang praktis tetapi terasa seperti masakan restoran Chinese food,…
Sidang di MK mengungkap dugaan dampak program MBG terhadap guru PPPK dan honorer, mulai dari…
Elza Syarief memutuskan mundur dari tim kuasa hukum Sony Sonjaya karena menilai kliennya tidak jujur…