
Kondisi rumah warga yang ludes terbakar di kawasan Pasar Besar, Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, Kota Palangka Raya, Minggu (2/8/2026). Korban sementara mengungsi di Gereja Imanuel sambil menunggu posko darurat didirikan. (FOTO: HERI/PROKALTENG.CO)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di kawasan Pasar Besar, Jalan Jawa, dan Jalan Kalimantan, Kota Palangka Raya, masih bertahan di Gereja Imanuel sambil menunggu posko darurat selesai didirikan. Pemerintah Kelurahan Pahandut menargetkan posko pengungsian dapat segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan para korban.
Berdasarkan data hingga Minggu (2/8/2026), kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam menghanguskan delapan unit rumah dan lima pintu barak. Seluruh bangunan rata dengan tanah, menyisakan puing-puing kayu hangus yang kini masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Lurah Pahandut, Ahmad Reza, mengatakan lokasi posko darurat telah ditetapkan di samping Gereja Imanuel. Namun, pendiriannya masih terkendala ketersediaan tenda dan personel pemasangan dari BPBD yang saat ini difokuskan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Memang rencananya kita mau mendirikan posko yang di samping gereja. Cuma saat ini masih ada sedikit kendala,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Menurut Reza, personel BPBD yang biasanya menangani pemasangan tenda masih bertugas memadamkan karhutla di wilayah Kameloh Baru.
“Harapannya tenda posko itu dari BPBD, cuma kebetulan kondisi saat ini mereka hampir seluruh pasukannya lagi di lapangan, di hutan, karena ada karhutla di wilayah Kameloh Baru,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kelurahan telah menyiapkan langkah alternatif apabila bantuan tenda dari BPBD belum dapat dipasang dalam waktu dekat.
“Alternatif terakhir mau enggak mau kita menyewakan tenda. Tapi untuk penetapan poskonya rencananya memang di seputar Gereja Imanuel. Selambat-lambatnya hari ini dipasang,” tegas Reza.
Sambil menunggu posko berdiri, para korban dipersilakan beristirahat di dalam Gereja Imanuel. Pemerintah kelurahan juga mulai menyiapkan kebutuhan dasar, seperti matras, terpal, sekat, serta bantuan pakaian bagi warga yang kehilangan seluruh harta bendanya.
“Sesuai SOP, kalau warga tidak memiliki tempat, penanganan pertama itu mengadakan matras untuk tidur, terpal, dan sekat untuk membantu,” katanya.
Selain itu, pihak kelurahan tengah menyortir bantuan pakaian yang terkumpul di Balai Kelurahan untuk segera disalurkan kepada para korban kebakaran. (her)
Lakpesdam NU Kota Palangka Raya memperkenalkan kepengurusan dan program kerja dalam audiensi bersama Anggota DPD…
Sawit dan tambang menghasilkan triliunan rupiah, namun APBD Kalimantan Tengah justru menyusut akibat anjloknya Dana…
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang baru dikenal, tetapi langsung merasa nyaman dengannya? Sebaliknya, ada juga…
Kebakaran hebat yang melanda kawasan pertokoan di Kelurahan Kebun Sari RT 05, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai…
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rumiadi, menyampaikan ucapan selamat…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke 24 Kabupaten Murung Raya yang…