
Mobil-mobil sedang mengantre untuk pengisian BBM Pertalite di SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 2, Sabtu (15/8) siang. (Anandri/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyoroti kembali munculnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kalteng dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Agustiar, antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU bukan semata-mata disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM. Dia menilai perbedaan harga yang cukup signifikan antara Pertalite dan Pertamax menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya permintaan BBM bersubsidi.
“Saya melihat antrean BBM di SPBU mulai terjadi lagi. Namun berdasarkan pemantauan yang kami lakukan, sebenarnya bukan karena BBM tidak tersedia,” ujar Agustiar, Sabtu (15/8/2026).
Orang nomor satu di Kalteng ini menjelaskan, pasokan BBM di SPBU pada dasarnya masih tersedia, termasuk untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Namun, sebagian besar masyarakat lebih memilih membeli Pertalite karena selisih harga kedua jenis BBM tersebut dinilai cukup jauh.
“Pertalite dan Pertamax sama-sama tersedia. Namun selisih harga keduanya cukup besar, sekitar Rp6.000 per liter. Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat lebih banyak memilih Pertalite sehingga antrean BBM masih terjadi,” katanya.
Dalam beberapa waktu terakhir, antrean BBM kembali menjadi perhatian masyarakat di sejumlah daerah di Kalteng.
Antrean kendaraan di SPBU kerap terlihat pada jam-jam tertentu, terutama untuk pembelian BBM bersubsidi.
“Kami terus berkoordinasi dengan PT Pertamina dan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Selain menjaga kelancaran distribusi BBM, pemerintah juga memberi perhatian terhadap potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat memengaruhi ketersediaan pasokan di lapangan.
Page: 1 2
Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sukamara…
Aliansi Masyarakat Kalteng Peduli NTT galang Rp24,245 juta dan bagikan masker untuk warga terdampak karhutla.
Karhutla diperkirakan membakar 2 hektare kawasan Hutan Lindung di Bukit Puncak Rambang.
Empat Kajari baru di Kalteng resmi dilantik dan mulai mengemban tugas di wilayah masing-masing.
Puluhan mahasiswa UPR berjibaku membantu memadamkan karhutla selama sepekan.
Narkotika Lamandau, Sabu Lamandau, PN Nanga Bulik, Kejari Lamandau, Kasus Narkoba