Anggaran Belum Optimal Menurut Presiden Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas ruang fiskal negara. Salah satu faktor yang disebut menjadi penyebabnya adalah kebocoran penerimaan negara yang nilainya diperkirakan mencapai Rp2.500 triliun setiap tahun.
Dalam pidatonya saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Prabowo menjelaskan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kemampuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan pegawai negeri.
“Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Karena uangnya tidak ada, diambil terus,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, Komisi X DPR RI meyakini pemerintah memiliki perhatian besar terhadap nasib guru. Lalu Hadrian menilai Presiden Prabowo memahami bahwa kualitas pendidikan nasional sangat bergantung pada kesejahteraan tenaga pendidik. Oleh karena itu, DPR berharap rencana kenaikan gaji guru dapat direalisasikan melalui kebijakan anggaran tahun 2027.
Komisi X juga optimistis pembahasan APBN mendatang akan menjadi momentum penting untuk memastikan peningkatan kesejahteraan guru, baik yang berstatus ASN maupun non-ASN, sehingga kualitas pendidikan nasional dapat terus ditingkatkan.(jpg)
Page: 1 2
Pemerintah berencana mulai menerapkan mekanisme pemungutan pajak melalui marketplace pada 1 Juli 2026.
Menjelang Hari Bhayangkara, sebanyak 863 personel Polri dan ASN di lingkungan Polda Kalteng menerima kenaikan…
Di balik tembok sebuah toko percetakan di kawasan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, tersimpan sebuah kisah…
Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum memperkuat persatuan, toleransi, dan sinergi di Barito Selatan.
Wali Kota Palangka Raya menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan fraksi DPRD terkait dua raperda dan…
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat resmi menjatuhkan vonis…