
Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat hadiri kegiatan IKAPROBSI di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (8/8/2026).(P2MI)
PROKALTENG.CO – Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan keterampilan dan pelindungan, sehingga pekerja migran tidak hanya mendapat peluang kerja lebih luas, tetapi juga kesejahteraan yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, dalam kegiatan Ikatan Keluarga Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., Ketua Umum IKAPROBSI Pusat; Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., Ketua IKAPROBSI Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara; Dr. Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Bahasa Republik Indonesia; serta Fanny Wahyu Kurniawan, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad menekankan pentingnya menyiapkan calon pekerja migran Indonesia dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Peningkatan keterampilan dan pelindungan menjadi bagian penting dalam transformasi tata kelola Pekerja Migran Indonesia.
“Yang sedang dilakukan oleh pemerintah hari ini dengan KP2MI ini salah satunya adalah untuk mengarusutamakan masalah pelindungan dan upgrade skill dari para calon pekerja migran kita,” ujar Dzulfikar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pekerja migran menjadi penting mengingat masih terdapat tantangan dalam struktur penempatan Pekerja Migran Indonesia. Dalam materi yang disampaikan, disebutkan bahwa sekitar 85 persen Pekerja Migran Indonesia masih bekerja pada sektor domestik.
Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan keterampilan agar pekerja migran Indonesia memiliki akses yang lebih luas terhadap pekerjaan yang membutuhkan kompetensi tinggi serta memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
Bajakah Tunggal Darak banyak dicari masyarakat hingga dipesan ke luar Kalimantan sebagai obat herbal.
DPRD Kalteng siap menindaklanjuti evaluasi KPK untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
213 pejabat Barsel dilantik, dengan disiplin dan kinerja menjadi perhatian untuk memperkuat pelayanan publik.
Anggota DPRD Murung Raya Ahmad Maulana mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya…
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Rejikinoor, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan seiring meningkatnya…
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran mengungkapkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi…