Peringatan tersebut sempat memicu evakuasi warga di sejumlah wilayah pesisir ke lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.
Namun setelah dilakukan pemantauan dan analisis lebih lanjut, BMKG secara resmi mencabut peringatan dini tsunami karena tidak ditemukan potensi gelombang yang membahayakan wilayah pesisir.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan serta memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap aman dan terkendali. (jpg)
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah menghentikan perekrutan tenaga honorer baru, khususnya untuk pekerjaan administrasi.
Pemerintah telah menyalurkan subsidi dan kompensasi sebesar Rp203,7 triliun hingga Mei 2026.
Psikologi menjelaskan bahwa Gen Z menghadapi kesulitan unik dalam menguasai keterampilan dasar fase dewasa akibat…
Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama gagal menambah poin pada Moto3 GP Hungaria 2026 di Sirkuit…
Borneo FC Samarinda dipastikan akan menjalani perjalanan berat di ajang ASEAN Club Championship (ACC) 2026/27.…
Gereja Katolik di Mozambik berada dalam suasana duka mendalam setelah Uskup Quelimane, Osorio Citora Afonso,…