Kekhawatiran Konflik Meluas
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan kekhawatiran akan pecahnya konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Serangan yang dilakukan AS pada Rabu disebut mengakhiri periode relatif tenang setelah gencatan senjata yang sempat disepakati pada awal April lalu. Situasi tersebut membuat pasar global mulai mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan energi dunia dalam jangka pendek maupun menengah.
Ketidakpastian geopolitik selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak karena berkaitan langsung dengan distribusi dan produksi energi global.
Cadangan Minyak AS Terus Menurun
Di tengah meningkatnya ketegangan, cadangan minyak mentah Amerika Serikat juga dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Sejak konflik berlangsung pada akhir Februari, stok minyak mentah AS disebut telah berkurang sekitar 79 juta barel.
Penurunan tersebut terjadi karena Amerika Serikat berupaya menjaga ketersediaan pasokan di tengah gangguan distribusi energi yang muncul akibat situasi geopolitik.
Stok Pertalite Aman! PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM subsidi jenis Pertalite tetap mencukupi…
Polda Kalteng memusnahkan 103 paket sabu seberat 488,91 gram dan 38 butir ekstasi hasil pengungkapan…
Kasus arisan bodong di Lamandau yang menyebabkan kerugian lebih dari Rp2,1 miliar dengan 46 korban…
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, bersama jajaran pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan Mall…
Penyanyi asal Kolombia, Shakira, kembali menjadi pusat perhatian dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di…
Sengketa dan kepemilikan lahan menjadi aduan yang paling sering disampaikan masyarakat kepada DPRD Kota Palangka…