Categories: Opini

Kaya SDA, Miskin Bagi Hasil

Ketika Daerah Penghasil Menanggung Beban, tetapi Tidak Menikmati Kemakmuran yang Setara

Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA

KALIMANTAN Tengah kembali mengingatkan kita pada sebuah paradoks lama dalam pembangunan Indonesia: daerah yang kaya sumber daya alam belum tentu menikmati kemakmuran yang setara.

Di atas tanah yang menghasilkan batu bara, kelapa sawit, hasil hutan, dan berbagai komoditas unggulan lainnya, justru muncul keresahan akibat menyusutnya ruang fiskal daerah.

Awal tahun 2026 menjadi momentum yang menggambarkan paradoks tersebut secara telanjang.

Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Kalimantan Tengah turun drastis dari sekitar Rp 2,4 triliun menjadi hanya Rp 504 miliar atau anjlok sekitar 79 persen.

Pada saat yang sama, aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam tetap berjalan dan penerimaan negara dari berbagai sektor masih menunjukkan kinerja positif.

Pertanyaannya sederhana: jika kekayaan alam masih menghasilkan nilai ekonomi yang besar, mengapa daerah penghasil justru harus menghadapi tekanan fiskal yang semakin berat?

Persoalan ini bukan sekadar soal angka transfer dari pusat ke daerah. Ini adalah persoalan keadilan fiskal.

Selama puluhan tahun, daerah penghasil menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. Jalan daerah digunakan untuk mobilitas hasil tambang dan perkebunan. Lingkungan menghadapi tekanan eksploitasi.

Risiko kebakaran hutan dan lahan, pencemaran, hingga kerusakan infrastruktur menjadi konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Namun ketika hasil kekayaan alam tersebut dibagikan kembali, daerah sering kali memperoleh bagian yang tidak sebanding dengan kontribusi maupun beban yang ditanggung.

Page: 1 2 3

M Hafidz

Recent Posts

Rahang Tuna Bakar Sambal Arang

Manado dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan kuliner laut dengan cita rasa kuat.…

2 hours ago

Ayam Panggang Madu dengan Bumbu Manis Gurih

Ayam menjadi salah satu bahan makanan yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Salah satunya…

3 hours ago

DLH Kalteng Sebut Tujuh Korporasi Diproses Terkait Karhutla

DLH Kalteng menyebut tujuh korporasi tengah diproses bersama Gakkum KLHK terkait indikasi kebakaran di area…

11 hours ago

GPMK Desak DLH Kalteng Audit Perusahaan Sawit yang Konsesinya Terbakar

GPMK mendesak DLH Kalteng mengaudit perusahaan sawit yang konsesinya terbakar dan membuka data karhutla kepada…

11 hours ago

Pemko Palangka Raya Siapkan Tambahan Anggaran Karhutla di APBD Perubahan 2026

Pemko Palangka Raya berencana menambah anggaran karhutla melalui APBD Perubahan 2026.

11 hours ago

Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya

Sara Wijayanto kini menjadi sorotan publik setelah rumah tangganya dengan pesulap Demian Aditya berada di…

13 hours ago