
Kondisi Sungai Hantipan yang mengering saat musim kemarau. Gambar diambil pada Sabtu (21/9/2019). (foto: ist)
JAM tepat menunjukan pukul 17.22 WIB, ketika sebuah pesan WhatsApp masuk. Isinya adalah sebuah link menuju tulisan berjudul “Sungai Hatipan: Elegi Perjalanan Masyarakat Pinggiran”.
Karena masih ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan, saya pun hanya sepintas sempat membaca prolog tulisan yang dibuat Moh. Anis Romzi di blog komunitas Guru Menulis dengan alamat mohanisromzi.gurusiana.id itu. Itu pun hanya melalui browser ponsel.
Membaca tulisan pendidik yang juga penulis buku “Kepala Sekolah Belum Berpengalaman” itu memang bukan yang pertama. Sebelumnya, dia juga pernah mengirimkan sebuah tulisan opini untuk diterbitkan di Koran Kalteng Pos dan laman daring (prokalteng.co).
Setelah beberapa jam kemudian, saya mencoba kembali membuka dan membaca tulisan tersebut melalui notebook. Tulisan itu telah diunggah pada Oktober 2018 lalu. Sebuah tulisan yang menarik dan mengalir, yang menggambarkan bagaimana perjuangan masyarakat di pesisir Kabupaten Katingan, khususnya Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala untuk bisa keluar dan masuk daerahnya di saat musim kemarau.
Sejenak saya pun teringat sekitar setahun yang lalu, pernah membuatkan sebuah berita berdasarkan informasi yang dikirimkan seorang teman yang tinggal di daerah tersebut. Bagaimana seorang ibu yang harus meregang nyawa saat hendak melahirkan.
Sang ibu malang akhinya gagal dibawa ke rumah sakit karena kondisi terusan/sungai tak bisa dilalui. Beruntung anak di kandungan berhasil diselamatkan.
Itu hanya salah satu contoh. Begitu banyak berita lain yang menceritakan nestapa warga Mendawai dan Katingan Kuala dengan Sungai Hantipan.
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh, yang terdiri dari golongan elemen…
Gaya hidup hemat semakin banyak diadopsi oleh masyarakat modern yang mulai menyadari pentingnya pengelolaan keuangan…
DPRD Kota Palangka Raya mendorong pengrajin benang bintik terus berinovasi agar produk lokal ini makin…
Sebanyak 74 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah ambil bagian dalam seleksi Calon Pasukan…
Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi dibuka.
Inflasi Kalimantan Tengah pada April 2026 mencapai 3,66 persen secara tahunan (year-on-year).