Berarti satu kompleks juga dengan KSAL Laksamana Yudo Margono –hanya selisih dua rumah dari saya.Profesor (sungguhan) Nur Syam sudah bukan pejabat tinggi lagi. Tapi produktivitasnya kian tinggi.
Terutama dalam menulis buku. Kemarin, saya dikirimi buku beliau yang baru lagi: Perjalanan Etnografis Spiritual. Bahkan beliau mendirikan kelompok studi Islam moderat: Nursyam Center dan School of Friendly Leadership. Saya tahu: banyak pihak di luar saya yang mencantumkan gelar itu di depan nama saya.
Sebagian bisa saya cegah. Sebagian lagi tidak. Pun ketika saya mendapat gelar doktor HC dari sebuah universitas Katolik di Manila, Filipina. Dengan upacara yang anggun di kampus itu. Saya jadi tahu begitulah tata cara di sana.Saya juga tidak pernah menggunakannya. Apalagi sekarang saya sudah 70 tahun.
Juga tidak lagi punya kartu nama. Tapi sesekali ingin juga saya menulis naskah di Disway ini dengan judul John & John, oleh Prof HC Dr HC Dahlan Iskan. Sekadar memancing emosi Pry hahaha. (Dahlan Iskan)
MENYAMBUT Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Baru Imlek 2026 bisa dilakukan dengan menyiapkan…
Bupati Kapuas HM Wiyatno menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.6.1/123/ DISDIK/I/2026 tentang penggunaan lawung/sumping serta…
Oseng sapi ketumbar cabe bawang jadi salah satu menu rumahan yang belakangan ramai dibahas di…
Token listrik prabayar sering dianggap sama dengan pulsa seluler, padahal mekanisme penggunaannya berbeda.
Profesor Maiken Nedergaard dari University of Rochester dan University of Copenhagen menjelaskan bahwa norepinefrin, neurotransmitter…
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan,…