
SAYA sungkan menuliskan ini. Tapi, saya lebih sungkan mengaku punya hobi makan durian. Ketularan istri saya. Tapi aneh. Kok tiba-tiba ada yang mempersoalkan gelar saya itu.
Kesannya, saya itu begitu bangga dengan gelar profesor dan doktor honoris causa itu. Saya setuju dengan Pry. Yang berkomentar di forum ini kemarin: gelar profesor itu hanya bisa digunakan di lingkungan akademik.
Saya sendiri sering menertawakan –dalam hati– orang yang membawa gelar itu ke tempat sembarangan.Rasanya saya sudah cukup hati-hati: tidak pernah menggunakan dua gelar itu di depan nama saya. Tidak pula di kartu nama.
Atau di cover buku yang saya tulis. Atau di naskah apa pun. Tentu, kalau mau, saya sudah bisa menerima gelar seperti itu jauh sebelum menjadi sesuatu. Banyak yang menawarkan. Saya selalu menolak. Tidak pantas.
Saya ini lulus S-1 pun tidak.Saya lebih bangga dengan jabatan CEO. Apalagi seorang tamatan madrasah Aliyah bisa menjadi CEO perusahaan besar. Rasanya juga baru sekali terjadi lulusan Madrasah Aliyah menjadi dirut PLN.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok I Wayan Eka Mariarta…
Marcel Radhival atau Pesulap Merah mengumumkan ke publik bahwa dirinya menikah siri dengan penyanyi Ratu…
Hubungan Paris Saint-Germain (PSG) dan Kylian Mbappe kembali memanas. Meski sang pemain telah hengkang dan…
Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang cukup agresif di bursa transfer paruh musim Super…
Persib Bandung berhasil menuntaskan misi balas dendam kepada Malut United FC di Super League 2025/2026.…
Identitas mayat pria penuh luka yang ditemukan di Jalan Tjilik Riwut Km 50, Kecamatan Bukit…