
SAYA sungkan menuliskan ini. Tapi, saya lebih sungkan mengaku punya hobi makan durian. Ketularan istri saya. Tapi aneh. Kok tiba-tiba ada yang mempersoalkan gelar saya itu.
Kesannya, saya itu begitu bangga dengan gelar profesor dan doktor honoris causa itu. Saya setuju dengan Pry. Yang berkomentar di forum ini kemarin: gelar profesor itu hanya bisa digunakan di lingkungan akademik.
Saya sendiri sering menertawakan –dalam hati– orang yang membawa gelar itu ke tempat sembarangan.Rasanya saya sudah cukup hati-hati: tidak pernah menggunakan dua gelar itu di depan nama saya. Tidak pula di kartu nama.
Atau di cover buku yang saya tulis. Atau di naskah apa pun. Tentu, kalau mau, saya sudah bisa menerima gelar seperti itu jauh sebelum menjadi sesuatu. Banyak yang menawarkan. Saya selalu menolak. Tidak pantas.
Saya ini lulus S-1 pun tidak.Saya lebih bangga dengan jabatan CEO. Apalagi seorang tamatan madrasah Aliyah bisa menjadi CEO perusahaan besar. Rasanya juga baru sekali terjadi lulusan Madrasah Aliyah menjadi dirut PLN.
Tangis keluarga pecah saat dua bocah 10 tahun, Athalia Zineta dan Beatrice Adelia, dimakamkan setelah…
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Lamandau. Tim gabungan terus…
Pemerintah Kabupaten Lamandau. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi mengeluarkan surat imbauan penggunaan masker…
Setelah sempat melalap puluhan hektar lahan, titik api kembali muncul dan membakar kawasan Desa Kujan,…
Dalam rAngka mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas dengan para wartawan. Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi.…
Tim gabungan Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil mengendalikan kebakaran di area hutan gambut yang berbatasan…