Kendati demikian, Junaidi menyadari pengerjaan jalur darat ini tidaklah mudah.
Terdapat sekitar 14 kilometer ruas jalan yang harus membelah kawasan rawa, danau, dan lahan gambut tebal, sehingga membutuhkan teknik penanganan serta konstruksi khusus.
Apabila keterbatasan anggaran menjadi kendala penyelesaian jalan darat, ia mengusulkan optimalisasi jalur sungai sebagai solusi jangka pendek.
“Kalau memang APBD provinsi dan kabupaten belum mampu membenahi ruas darat tersebut, solusi sementara yang kami dorong adalah penataan dan pengerukan alur sungai, termasuk Terusan Hantipan,” sarannya.
Perbaikan alur sungai ini dinilai efektif untuk menjaga urat nadi mobilitas warga dan kelancaran distribusi barang.
Penguatan konektivitas tersebut berkaitan langsung dengan efisiensi biaya angkut hasil produksi masyarakat.
Selama ini, hasil bumi dari pesisir Katingan kerap harus memutar lewat Kotim sebelum dipasarkan ke daerah lain.
“Pandangan kami di DPRD, hasil-hasil pertanian maupun perikanan dari Katingan ini idealnya bisa langsung dipasarkan di Kasongan agar biaya distribusinya jauh lebih murah bagi petani dan nelayan,” tegas Junaidi. (zia/rif/kpg)
Page: 1 2
Inflasi tahunan Palangka Raya meningkat, terutama dipengaruhi harga makanan dan minuman. Pemko memastikan stok bahan…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya mendorong penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam setiap sektor pembangunan daerah. Langkah…
Dua terdakwa kasus zirkon menempuh strategi hukum berbeda. Vent Crishway memilih fokus membantah dakwaan di…
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, mendorong agar keberadaan seni dan budaya…
Kondisi Sungai Kahayan di kawasan Pelabuhan Rambang, Kota Palangka Raya saat ini tengah mengalami penyurutan.…
Program SMK Go Global menyiapkan 500 ribu calon pekerja migran dengan kompetensi yang disesuaikan kebutuhan…