
Anggota DPRD Mrung Raya Lita Norfiana
PURUK CAHU, PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Lita Norfiana mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi udara selama musim kemarau yang disertai kabut dan debu akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Lita, kondisi kemarau yang membuat lingkungan lebih kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Asap dan debu yang muncul akibat kebakaran maupun kondisi lingkungan yang kering berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi udara. Jika udara berkabut atau banyak debu, sebaiknya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Lita, Selasa (18/8).
Ia mengatakan, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin tidak nyaman atau dipenuhi asap.
Lita menilai perlindungan terhadap kesehatan harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara yang buruk.
Selain mengingatkan penggunaan masker, Lita juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah terjadinya karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang benda yang dapat memicu kebakaran secara sembarangan.
“Pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu meluasnya kebakaran,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.
Lita berharap masyarakat Murung Raya dapat bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau.
Selain mencegah karhutla, menjaga kualitas udara juga penting agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman.
“Jaga lingkungan kita bersama. Gunakan masker saat kondisi udara berkabut dan berdebu, serta mari cegah karhutla agar dampaknya tidak semakin luas,” pungkasnya.(pan)
Bidpropam Polda Kalteng memeriksa oknum perwira terkait penyerangan terhadap Kasat Lantas Palangka Raya.
Kualitas udara Palangka Raya sempat masuk kategori berbahaya akibat polusi karhutla. Warga diminta mengurangi aktivitas…
Disdik Kalteng memangkas jam belajar sekolah terdampak kabut asap dari 45 menit menjadi 30 menit.…
Agustian Sunaryo resmi dilantik sebagai Wakajati Kalteng. Kajati Hendrizal Husin menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, dan…
Banggar DPRD Kalteng memperketat usulan belanja hibah dalam KUA-PPAS 2027. Usulan yang tidak memenuhi ketentuan…
KUA-PPAS 2027 Kalteng resmi disepakati dengan proyeksi belanja daerah mencapai Rp5,736 triliun. Anggaran tersebut akan…