
Ilustrasi Penyebaran Link penipuan.
PROKALTENG.CO-Penipuan digital terus berkembang dengan berbagai modus baru. Salah satu cara yang paling sering digunakan pelaku adalah mengirimkan link palsu (phishing) yang dibuat semirip mungkin dengan website resmi. Korban biasanya diarahkan untuk memasukkan username, password, kode OTP, hingga data rekening yang kemudian dicuri oleh pelaku.
Banyak orang tertipu karena hanya melihat sekilas tampilan website tanpa memeriksa alamat link yang sebenarnya. Padahal, ada beberapa ciri sederhana yang bisa dikenali untuk membedakan link asli dan palsu.
Berikut cara membedakannya.
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah hanya membaca nama perusahaan di awal link. Padahal, yang paling penting adalah nama domain utama.
Contoh link asli:
https://tokopedia.com
https://shopee.co.id
https://bri.co.id
Contoh link palsu:
tokopedia-hadiah.com
shopee-gratis.xyz
bri-verifikasi.net
login-bri.my.id
Sekilas nama “Tokopedia”, “Shopee”, atau “BRI” memang ada. Namun domain akhirnya bukan domain resmi perusahaan.
Ciri link palsu:
Menambahkan kata gratis, promo, hadiah, bonus, verifikasi, atau claim.
Menggunakan domain yang tidak biasa seperti .xyz, .top, .site, .click, .live, atau .my.id untuk mengatasnamakan perusahaan besar.
Nama domain terlalu panjang dan membingungkan.
MotoGP 2026 memasuki seri ke-11 musim ini melalui MotoGP Jerman 2026 yang akan digelar di…
Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina kembali memasuki babak baru. Laporan terbaru dari militer Ukraina…
Akses lalu lintas di ruas jalan Kasongan-Kereng Pangi dilaporkan terputus setelah sebuah box culvert di…
Kebingungan memilih produk pencerah wajah sering membuat masyarakat keliru mencampur bahan aktif kosmetik di rumah.
Banyak orang menganggap kulkas sebagai tempat terbaik untuk menyimpan semua bahan makanan agar lebih awet.
DI TENGAH demam HYROX yang kian digandrungi pecinta olahraga di Indonesia, setiap peserta memiliki alasan berbeda untuk berdiri di garis…