Sifat reaktif ini adalah cara tubuh kita untuk memberikan tanda dan menunjukkan bahwa kita perlu istirahat total.
Jika kita terus-menerus merasa gelisah, gugup, atau mencemaskan hal buruk yang belum tentu terjadi, itu tanda bahwa kita kelelahan berlebihan.
Ini karena hormon kortisol (hormon stres) di tubuh kita kemungkinan sedang melonjak tinggi.
Jadi, tingkat kecemasan yang konstan ini sangat berbahaya bagi kesehatan jangka panjang jika diabaikan.
Bahkan jika terus diabaikan dapat memicu detak jantung tidak teratur, sesak napas, hingga penurunan sistem imun secara drastis.
Stres emosional seringkali menjadi tanda yang diberikan oleh tubuh menjadi rasa sakit fisik yang sulit diobati dengan istirahat.
Ini karena ketegangan otot sangat erat kaitannya dengan kelelahan kerja yang berlebihan hingga sulit untuk beristirahat.
Tanda yang sering dialami adalah sakit kepala harian, rahang yang menegang saat tidur, nyeri leher, serta punggung kaku.
Oleh karena itu, jangan abaikan tanda ini karena bukti nyata bahwa tubuh kita sedang dalam kondisi tegang dan tidak tahu lagi caranya rileks.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo mengapresiasi pelaksanaan Bakti Kesehatan yang digelar Polda Kalteng…
Pemkab Barsel terus memperkuat Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagai strategi pembangunan daerah yang inklusif dan responsif.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik menjatuhkan vonis hukuman 12 tahun dan 6 bulan…
Satresnarkoba Polresta Palangka Raya menangkap seorang pemuda berinisial SM alias UYA (17) yang diduga terlibat…
Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode mendatang terus diwarnai dengan adu gagasan strategis dari…
Ditjenpas Kalteng memperpanjang kerja sama dengan JKI Shalom untuk memperkuat pembinaan kerohanian warga binaan agar…