Sifat reaktif ini adalah cara tubuh kita untuk memberikan tanda dan menunjukkan bahwa kita perlu istirahat total.
Jika kita terus-menerus merasa gelisah, gugup, atau mencemaskan hal buruk yang belum tentu terjadi, itu tanda bahwa kita kelelahan berlebihan.
Ini karena hormon kortisol (hormon stres) di tubuh kita kemungkinan sedang melonjak tinggi.
Jadi, tingkat kecemasan yang konstan ini sangat berbahaya bagi kesehatan jangka panjang jika diabaikan.
Bahkan jika terus diabaikan dapat memicu detak jantung tidak teratur, sesak napas, hingga penurunan sistem imun secara drastis.
Stres emosional seringkali menjadi tanda yang diberikan oleh tubuh menjadi rasa sakit fisik yang sulit diobati dengan istirahat.
Ini karena ketegangan otot sangat erat kaitannya dengan kelelahan kerja yang berlebihan hingga sulit untuk beristirahat.
Tanda yang sering dialami adalah sakit kepala harian, rahang yang menegang saat tidur, nyeri leher, serta punggung kaku.
Oleh karena itu, jangan abaikan tanda ini karena bukti nyata bahwa tubuh kita sedang dalam kondisi tegang dan tidak tahu lagi caranya rileks.
Warga digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di kawasan Jalan Kaja, tepatnya di sekitar…
Karhutla kembali membakar kawasan gambut dalam di Tumbang Nusa. Bara berpotensi muncul kembali sehingga pemantauan…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memantau perkembangan karhutla secara real-time dari Posko Istana Isen Mulang untuk…
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Fredrich Dominggus Yoga, mendorong generasi muda untuk lebih aktif mengenal,…
Universitas Palangka Raya (UPR) secara resmi menyambut 3.542 intelek muda angkatan 2026 dalam acara Pengenalan…
Manulife Indonesia memperluas jangkauan layanan di Kalteng dengan meresmikan Kantor Pemasaran Mandiri General Agency (GA)…