Sikap ini menunjukkan bahwa pendapat istrinya sama sekali tidak dianggap penting dalam pengambilan keputusan tersebut.
Tidak ada seorang pun yang senang dikoreksi di depan umum, meski terkadang koreksi memang diperlukan.
Sikap koreksi yang lembut jelas berbeda dengan cara yang dilakukan pria tanpa rasa hormat terhadap istrinya.
Mereka justru menyoroti kesalahan kecil istrinya seolah sedang menyelamatkan situasi dengan kecerdasannya sendiri.
Sikap ini membuat istri merasa sangat tidak berarti di hadapan orang-orang yang menyaksikan momen tersebut.
Banyak orang pernah menyaksikan momen ketika seorang pria memperlakukan istrinya seperti bawahannya sendiri.
Alih-alih memperlakukan sebagai mitra setara, ia mengharapkan istrinya menuruti perintah tanpa alasan yang jelas.
Sikap ini menjadi bukti nyata bagaimana suami dapat merampas otonomi yang seharusnya dimiliki istrinya.
Pesan yang disampaikan jelas bahwa keinginan pribadinya selalu diutamakan di atas segalanya.
Tidak banyak hal yang lebih memalukan dibanding pria yang sengaja mempermalukan istrinya di depan umum.
Baik lewat lelucon yang menyakitkan maupun membocorkan informasi pribadi, sikap ini menunjukkan kekejaman yang tersembunyi.
Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)…
Karhutla di lahan gambut dekat permukiman Tumbang Tahai turut berdampak pada seekor ular piton.
Keputusan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong memberikan bebas bersyarat untuk Indra Kenz menjadi perhatian…
DPRD Palangka Raya menyoroti honor relawan karhutla yang disebut tertunda hampir dua bulan.
Empat jenazah baru kembali ditemukan di kawasan pesisir Sukamara, menambah total korban tewas yang diduga…
Sayur asem menjadi salah satu hidangan tradisional yang masih digemari banyak orang. Kuahnya yang memiliki…