Aktivitas Otak Ikut Berubah Temuan paling menarik dari penelitian ini adalah perubahan yang terjadi pada aktivitas otak. Para peneliti menemukan adanya penurunan aktivitas di beberapa wilayah otak yang berkaitan dengan nafsu makan serta perilaku yang berhubungan dengan kecanduan. Perubahan tersebut memberikan gambaran bahwa diet intermittent tidak sekadar memengaruhi ukuran tubuh, tetapi juga memengaruhi cara otak mengendalikan keinginan makan. Dengan kata lain, pola makan ini dapat membantu seseorang mengontrol dorongan untuk makan berlebihan serta meningkatkan kemampuan menahan keinginan terhadap makanan tertentu.
Bakteri Usus Berperan Penting Selain aktivitas otak, para ilmuwan juga menemukan perubahan besar pada komposisi mikrobioma usus. Beberapa jenis bakteri baik seperti Faecalibacterium prausnitzii, Parabacteroides distasonis, dan Bacteroides uniformis mengalami peningkatan signifikan selama program berlangsung. Sebaliknya, jumlah bakteri E.coli mengalami penurunan.
Peneliti juga menemukan hubungan antara beberapa bakteri usus dengan area tertentu di otak yang berperan dalam pengambilan keputusan dan kemauan seseorang saat menjalani proses penurunan berat badan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak adanya langkah strategis dan lobi…
Parade perayaan Arsenal di London Utara diwarnai sejumlah insiden keamanan yang melibatkan layanan darurat. Dilansir…
DPRD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas dan potensi kebakaran selama…
Disdik Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat mematuhi ketentuan SPMB yang dibuka melalui empat jalur penerimaan…
Bapperida Kalteng mengajak masyarakat dan organisasi non-pemerintah terlibat dalam penyusunan RAD SDGs 2026-2030 guna mempercepat…
Permas Palangka Raya mengecam tambang ilegal di lahan plasma Seruyan dan mendesak aparat segera menindak…