Aktivitas Otak Ikut Berubah Temuan paling menarik dari penelitian ini adalah perubahan yang terjadi pada aktivitas otak. Para peneliti menemukan adanya penurunan aktivitas di beberapa wilayah otak yang berkaitan dengan nafsu makan serta perilaku yang berhubungan dengan kecanduan. Perubahan tersebut memberikan gambaran bahwa diet intermittent tidak sekadar memengaruhi ukuran tubuh, tetapi juga memengaruhi cara otak mengendalikan keinginan makan. Dengan kata lain, pola makan ini dapat membantu seseorang mengontrol dorongan untuk makan berlebihan serta meningkatkan kemampuan menahan keinginan terhadap makanan tertentu.
Bakteri Usus Berperan Penting Selain aktivitas otak, para ilmuwan juga menemukan perubahan besar pada komposisi mikrobioma usus. Beberapa jenis bakteri baik seperti Faecalibacterium prausnitzii, Parabacteroides distasonis, dan Bacteroides uniformis mengalami peningkatan signifikan selama program berlangsung. Sebaliknya, jumlah bakteri E.coli mengalami penurunan.
Peneliti juga menemukan hubungan antara beberapa bakteri usus dengan area tertentu di otak yang berperan dalam pengambilan keputusan dan kemauan seseorang saat menjalani proses penurunan berat badan.
Dendam yang dipendam selama tujuh tahun berujung maut. Seorang pria di Kapuas nekat menikam kerabatnya…
Polda Kalimantan Tengah menetapkan seorang oknum anggota Polri sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan senjata api…
Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, terus meningkat.
Polri menegaskan bahwa personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tidak memiliki kewenangan untuk…
Rumor Jurgen Klopp menjadi pelatih Timnas Jerman bukan lagi hisapan jempol belaka. Federasi Sepak Bola…
Fenomena dangkalnya Sungai Lamandau menciptakan hamparan pasir yang disulap menjadi pantai dadakan.