
Ilustrasi seseorang menjalani diet intermittent untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. (Kayla Alleaigra Winata)
PROKALTENG.CO-Diet intermittent selama ini dikenal sebagai salah satu metode populer untuk menurunkan berat badan. Namun penelitian terbaru menunjukkan manfaat pola makan ini ternyata lebih kompleks dari yang selama ini dipahami.
Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2023 menemukan bahwa intermittent diet atau intermittent energy restriction (IER) tidak hanya membantu mengurangi berat badan, tetapi juga mampu mengubah aktivitas otak dan hubungan antara otak dengan bakteri usus. Temuan tersebut membuka pemahaman baru mengenai bagaimana pola makan dapat memengaruhi perilaku makan, pengendalian diri, hingga dorongan untuk mengonsumsi makanan tertentu.
“Di sini kami menunjukkan bahwa diet IER mengubah poros otak-usus-mikrobioma manusia,” ujar peneliti dari Institut Manajemen Kesehatan Rumah Sakit Umum PLA di Beijing, Qiang Zeng. Ia menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada mikrobioma usus dan aktivitas otak selama proses penurunan berat badan berlangsung secara dinamis dan saling memengaruhi satu sama lain. “Perubahan yang diamati pada mikrobioma usus dan aktivitas di wilayah otak yang terkait dengan kecanduan selama dan setelah penurunan berat badan sangat dinamis dan saling terkait dari waktu ke waktu,” katanya.
Kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah kayu di Gang Durian, Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Beriwit,…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) menyelenggarakan Forum…
Bupati Murung Raya, Heriyus, meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Malam Hiburan Rakyat dalam rangka memeriahkan Hari…
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting dalam mendukung…
AKBP Joko Handono resmi berpamitan sebagai Kapolres Lamandau dalam acara kenal pamit yang digelar di…
Walhi mencatat mayoritas hotspot di Pulau Kalimantan berada di kawasan konsesi perusahaan.