Dari Buruh Pabrik hingga Raih Penghargaan Dunia
Perjalanan profil Said Iqbal sebagai aktivis buruh dimulai dari bawah. Pada tahun 1992, ia dipercaya menjadi ketua umum serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronik multinasional di Bekasi.
Menurut Said, ia bekerja selama 30 tahun di perusahaan multinasional, dan saat pensiun menerima pesangon sebesar “miliaran” rupiah.
Pasca-reformasi, Said Iqbal bersama rekan-rekannya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Dedikasinya membawa ia terpilih menjadi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sejak 2012.
Hebatnya, kiprah Said Iqbal diakui hingga level global. Pada tahun 2013, ia menyabet penghargaan internasional bergengsi sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia (The Febe Elisabeth Velasquez Award) dari serikat pekerja Belanda, FNV.
Ia berhasil menyisihkan 200 kandidat dunia berkat militansinya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan kebebasan berserikat. Tak hanya itu, ia juga merupakan salah satu tim perumus UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Pemadaman listrik di Kalimantan Tengah menjadi momentum untuk mengevaluasi keandalan sistem kelistrikan.
Polda Metro Jaya memastikan akan menyelidiki kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan dalam…
Banyak orang menganggap kesuksesan identik dengan memiliki kekayaan melimpah, sering bepergian ke berbagai negara, atau…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang ramah, aman,…
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda. Menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 64 Persatuan Wredatama Republik…
Laga uji tanding mini soccer antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Persatuan…