Menurut Mulyadi, kepergian Akhmad Rijani menjadi duka mendalam bagi seluruh anggota TSAK Palangka. Almarhum dikenal sebagai personel yang aktif turun ke lapangan dalam penanganan karhutla.
Mulyadi juga mengingatkan para personel yang masih bertugas agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan, terutama ketika melakukan pemadaman di tengah paparan asap dan cuaca panas.
“Jaga kesehatan dan jangan memaksakan diri,” ujarnya.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya karhutla.
“Jangan membakar-bakar lahan. Kalau ada kebakaran, segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” terangnya.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang perhatian, suka membantu dan suka bercanda. Kepergian sosoknya menjadi duka bagi kawan kawannya.
Dari pantauan awak media di lapangan, Almarhum saat ini masih dirumah duka yang berada di jalan Mendawai VI kota palangka raya, dan awak media masih menunggu jadwal disemayamkan. (jef/her)
Page: 1 2
Paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi berpeluang menimbulkan kerusakan pada kendaraan kalau tidak ditangani…
Erupsi Gunung Anak Krakatau melepaskan abu vulkanik yang menjadi alasan serius bagi bandara untuk ditutup…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus melakukan pemeriksaan saksi, usut Dugaan Koripsi Dana Hibah…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mempercepat proses penyidikan perkara dugaan penyimpangan penggunaan dana…
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mengapresiasi capaian Pemerintah Kota…
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada terganggunya operasional Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya,…