Asupan merkuri melalui konsumsi ikan berhubungan secara signifikan dengan kadar merkuri rambut. Kelompok dengan asupan ≥ 0,20 mg/kg/hari memiliki konsentrasi merkuri dalam rambut lebih tinggi, 0,165 mg/kg, tetapi konsentrasi merkuri urin lebih rendah,0,001 mg/L.
Konsentrasi merkuri rambut merupakan faktor yang paling berperan dalam hubungan pajanan merkuri terhadap status gizi balita.
Kelompok dengan konsentrasi merkuri rambut ≥0,163 mg/kg berisiko 19,4 kali untuk mengalami gizi kurang/buruk. risiko stunting 8,4 kali dan risiko underweight 18,8 kali.
Nurhalina menyarankan agar pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pencegahan pencemaran merkuri di lingkungan, pemantauan rutin pajanan merkuri dan keamanan pangan, serta pengobatan dan perawatan kelompok kasus.
”Kami merekomendasikan integrasi intervensi gizi dan kesehatan lingkungan dalam kerangka kerja nasional untuk pencegahan dan tatalaksana malnutrisi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah dengan pajanan merkuri yang tinggi,” imbuhnya. (hfz)
Page: 1 2
Sidang praperadilan Dea memasuki babak baru. Kuasa hukum menyiapkan laporan ke Propam Polda Kalteng terkait…
Sidang praperadilan Dea di Palangka Raya mengungkap dugaan penangkapan tanpa surat perintah serta sejumlah kejanggalan…
Hari Pengayoman ke-81 menjadi momentum Kemenkum Kalteng memperkuat pelayanan hukum yang cepat, mudah, dan berdampak.
DJKI memangkas target pemeriksaan Merek dan Desain Industri menjadi lima bulan mulai 18 Agustus 2026.
DPRD Kalteng menyepakati KUA-PPAS 2027 dengan harapan anggaran dapat dikelola tepat sasaran dan memberi manfaat…
Kualitas udara Kalteng memburuk akibat kabut asap di tengah meningkatnya hotspot. Masyarakat diminta waspada dan…