Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting mengingat keluhan masyarakat terkait antrean BBM subsidi masih terus terjadi di berbagai SPBU, termasuk di Kota Palangka Raya.
“Kami meminta masyarakat segera mengetahui data spesifik penyaluran BBM secara detail. Dengan begitu publik bisa melihat bagaimana distribusinya dan di mana persoalan sebenarnya terjadi,” tegas Affan.
Massa menilai data kuota tahunan saja belum cukup menjawab keresahan masyarakat yang setiap hari menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM subsidi.
Mereka berharap Pertamina bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai pola distribusi dan pengawasan penyaluran BBM di lapangan.
Aksi yang melibatkan unsur organisasi kemasyarakatan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Hingga sore hari, dialog antara perwakilan massa dan pihak Pertamina masih berlangsung untuk mencari solusi atas persoalan distribusi BBM yang dikeluhkan warga. (adr)
Page: 1 2
Tiga korban KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi tim penyelam TNI AL dari sekitar bangkai…
Garudayaksa FC menahan imbang Persebaya Surabaya 1-1 pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion…
Pemprov Kalteng membagikan 450 ribu paket bantuan secara jemput bola dan bertahap guna menekan dampak…
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh mengajak seluruh elemen…
Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang makin pekat di…
Diselimuti kabut asap pekat, seorang siswi SMKN 1 Cempaga Hulu meninggal dunia usai terlibat kecelakaan…