“Untuk sekolah yang tidak terdampak kabut asap, kegiatan pembelajaran tetap berjalan normal. Namun bagi sekolah yang terdampak, kebijakan ini harus diterapkan demi menjaga kesehatan warga sekolah,” tegasnya.
Selain itu, setiap sekolah diminta menyediakan tabung oksigen di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau ruang khusus untuk memberikan pertolongan kepada peserta didik yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Kami juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan sekolah. Pencegahan harus dilakukan bersama agar kualitas udara tidak semakin memburuk,” lanjutnya.
Disdik Kalteng turut meminta kepala sekolah melaporkan perkembangan kondisi kabut asap di sekitar satuan pendidikan masing-masing kepada bidang persekolahan sebagai bahan pemantauan dan evaluasi.
“Apabila kondisi kabut asap membaik, maka kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan seperti biasa. Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.(hfz)
Page: 1 2
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul…
Aparat kepolisian memukul mundur massa aksi yang masih bertahan di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan,…
Ahmad Rizani dikenang keluarga sebagai relawan yang tetap menjalankan tugas meski kondisi kesehatannya menurun.
Karhutla di Menteng 12 nyaris merambat ke rumah dan kandang ternak warga.
Jarak pandang di sejumlah wilayah Kalteng turun hingga 500 meter akibat kabut asap karhutla.
Faridawaty Darland Atjeh menyoroti kebutuhan mendesak Puskesmas Tangkiling untuk rehabilitasi bangunan dan pembangunan ruang rawat…