Dia menambahkan, pengelolaan pasokan didukung oleh pelaku usaha hortikultura yang telah menerapkan teknologi modern, termasuk sistem penyimpanan Controlled Atmosphere Storage (CAS). Sehingga kualitas hasil pertanian tetap terjaga dan petani memperoleh kepastian harga.
Antonius menilai Palangka Raya memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pasar bagi produk hortikultura Kabupaten Karo. Karena itu, kerja sama yang telah terjalin akan terus dipelihara dan dikembangkan ke wilayah lain di Pulau Kalimantan.
“Konsep kami adalah petani harus naik kelas dan untuk itu kami harus menguasai pasar. Kerja sama yang saling menguntungkan seperti ini akan kami jaga, rawat, bahkan dikembangkan ke provinsi-provinsi lain di seluruh Kalimantan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, warga Batak Karo yang berdomisili di Palangka Raya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara. Selain agenda kerja sama pemasaran hasil pertanian, rombongan juga mengikuti pertemuan dengan masyarakat Karo diaspora yang berada di Kota Palangka Raya. (adr)
Page: 1 2
Fenomena antrean panjang kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka…
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) didorong untuk segera melakukan intervensi guna menghidupkan kembali…
Aksi pencurian sepeda motor terjadi di area Masjid Nur Rochim, Jalan Sesep Madu, Tjilik Riwut…
Gudang mie instan milik PT Inti Boga Mandiri di Jalan G Obos Induk, Kelurahan Menteng,…
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo mengecek langsung kesiapan Posko Satgas…
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto membantah anggapan bahwa kebijakan efisiensi anggaran mengganggu penanganan…