
Rapat koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dan pihak SPBU yang digelar di Kantor DPKUKMP Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, Jumat (14/8). (Anandri/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengungkap tiga persoalan yang diduga menjadi pemicu, mulai dari pasokan BBM yang tidak sesuai pengajuan hingga gangguan sistem barcode saat listrik padam.
Persoalan antrean BBM di Palangka Raya tersebut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dan pihak SPBU yang digelar di Kantor DPKUKMP Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, Jumat (14/8/2026).
Kasatpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto mengatakan, rapat tersebut dilaksanakan untuk mencari solusi atas antrean BBM yang dikeluhkan masyarakat, bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan.
“Kami hadir untuk mencarikan solusi, bukan mencari siapa yang salah. Dari rapat tadi ada beberapa kesimpulan yang nantinya akan kami teruskan kepada pihak Pertamina,” ujarnya usai rapat.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah distribusi BBM ke SPBU Palangka Raya yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Beberapa SPBU disebut menerima pasokan lebih sedikit dibandingkan volume yang diajukan.
“Misalnya ada SPBU yang meminta 24 kiloliter, tetapi yang dikirim hanya 16 kiloliter dan sisanya tertunda. Ini tentu berkaitan dengan ketersediaan stok yang ada,” katanya.
Selain distribusi BBM, Pemko Palangka Raya juga ingin memastikan kondisi stok BBM di depo yang menjadi sumber pasokan bagi SPBU di wilayah Kota Cantik. Kepastian stok dinilai penting untuk mencegah antrean BBM kembali terjadi.
Berlianto menjelaskan, faktor lain yang turut memicu antrean BBM di SPBU Palangka Raya adalah kendala sistem barcode untuk pembelian BBM subsidi. Saat listrik padam, sistem membutuhkan waktu untuk kembali normal dan sering kali diperparah oleh gangguan jaringan komunikasi.
“Kalau listrik padam, barcode memerlukan waktu untuk kembali beroperasi. Ditambah lagi jaringan BTS bisa terganggu sehingga pelayanan menjadi lebih lambat dan antrean semakin panjang,” jelasnya.
Polresta Palangka Raya telah berhasil mengamankan seorang pria berinisial J (43), yang diduga sebagai pelaku…
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sepekan terakhir di Kota Palangka Raya mulai menimbulkan…
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya,…
Insiden kebakaran yang melanda Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) di…
Ketiadaan program hilirisasi berskala besar di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini menjadi sorotan. Ketua DPRD Kalteng,…
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya memasang 15 titik lampu penerangan jalan umum (PJU), termasuk…