“Durian kita sedang melimpah, jangan sampai banyak yang terbuang percuma. Selain dimakan langsung, ini bisa diolah menjadi makanan yang lebih tahan lama dan nilai jualnya lebih tinggi,” ujar Rizky saat memberikan edukasi kepada masyarakat, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, selain dibuat menjadi tempoyak, durian juga dapat diolah menjadi lompuk atau dodol durian yang memiliki daya simpan lebih panjang. Secara tidak langsung, bupati menilai langkah ini dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga sekaligus membantu menyetabilkan harga saat musim panen besar.
Sebagai bentuk contoh nyata, Rizky bahkan menunjukkan langsung cara mengolah daging durian menjadi lompuk kepada anak-anak Pramuka di rumah jabatan bupati.
Kegiatan itu disambut antusias, sekaligus menjadi upaya mengenalkan sejak dini potensi olahan pangan lokal yang bisa menjadi sumber ekonomi kreatif masyarakat Lamandau.(bib)
Page: 1 2
Keterbatasan sumber air menjadi kendala pemadaman karhutla di Kalteng. Pemerintah menyiapkan penambahan sumur bor dan…
Tabrakan frontal di Jalan Tjilik Riwut Km 18 menewaskan tiga orang, termasuk pengemudi mobil yang…
Palangka Raya Community Battle berlangsung meriah dengan antusiasme warga mengikuti beragam perlombaan untuk memeriahkan HUT…
BPBD Lamandau memperketat kewaspadaan setelah 10 hektare lahan terbakar. Tim gabungan masih melakukan pendinginan untuk…
Antrean BBM di Lamandau mulai terurai. Polisi memperketat pengawasan dan siap menindak pengetap maupun penimbun…
Job Fair Kalteng 2026 akan membuka ribuan peluang kerja dari berbagai sektor, mulai perkebunan, pertambangan…