Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci menekan dampak kebakaran. Dengan adanya relawan yang tersebar di berbagai wilayah, potensi kebakaran dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Halikinnor juga mengapresiasi para relawan yang selama ini bergerak secara swadaya membantu penanganan kebakaran di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Sampit. Meski dengan peralatan terbatas, mereka kerap menjadi pihak pertama yang turun ke lokasi sebelum petugas damkar tiba.
“Peran relawan sangat membantu, baik dalam penanganan kebakaran permukiman maupun saat menghadapi karhutla. Semangat kemanusiaan dan gotong royong yang mereka tunjukkan menjadi kekuatan besar dalam menjaga keselamatan masyarakat,” katanya.
Pemerintah daerah berharap keberadaan Redkar semakin memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan kebakaran di seluruh wilayah Kotim, terutama menjelang puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla. (bah/kpg)
Page: 1 2
Bupati Muara Enim Edison terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim, Edison, pada…
DPRD Kota Palangka Raya. Mendorong pemerintah daerah, untuk segera menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan…
Pemerintah Pusat. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Program revitalisasi sekolah-sekolah di Kalimantan Tengah.
DPRD Kota Palangka Raya bersama Pemerintah Kota Palangka Raya. Menyusun sejumlah agenda kerja yang akan…
PLN membekali 21 warga Biih keterampilan mengolah durian menjadi dodol untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil…