Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci menekan dampak kebakaran. Dengan adanya relawan yang tersebar di berbagai wilayah, potensi kebakaran dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Halikinnor juga mengapresiasi para relawan yang selama ini bergerak secara swadaya membantu penanganan kebakaran di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Sampit. Meski dengan peralatan terbatas, mereka kerap menjadi pihak pertama yang turun ke lokasi sebelum petugas damkar tiba.
“Peran relawan sangat membantu, baik dalam penanganan kebakaran permukiman maupun saat menghadapi karhutla. Semangat kemanusiaan dan gotong royong yang mereka tunjukkan menjadi kekuatan besar dalam menjaga keselamatan masyarakat,” katanya.
Pemerintah daerah berharap keberadaan Redkar semakin memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan kebakaran di seluruh wilayah Kotim, terutama menjelang puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla. (bah/kpg)
Page: 1 2
Sering dimarahi sang ayah, seorang pemuda di Kapuas nekat menebas ayah kandungnya hingga tewas menggunakan…
Dendam yang dipendam selama tujuh tahun berujung maut. Seorang pria di Kapuas nekat menikam kerabatnya…
Polda Kalimantan Tengah menetapkan seorang oknum anggota Polri sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan senjata api…
Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, terus meningkat.
Polri menegaskan bahwa personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tidak memiliki kewenangan untuk…
Rumor Jurgen Klopp menjadi pelatih Timnas Jerman bukan lagi hisapan jempol belaka. Federasi Sepak Bola…