Menurut Bupati, setiap keterlambatan penyerapan anggaran tidak hanya merugikan dari sisi administratif, tetapi juga menunda peningkatan kesejahteraan warga. Ia memberi contoh, proyek perbaikan jalan yang molor akan terus menyulitkan akses warga terhadap pendidikan dan kesehatan.
Oleh karena itu, ia memerintahkan para camat untuk aktif memantau realisasi program di wilayah masing-masing. Bupati Shalahuddin juga menginstruksikan agar perangkat daerah melakukan sinkronisasi program, kegiatan, dan penganggaran secara horizontal maupun vertikal.
“Sinkronisasi ini penting agar tidak ada program yang tumpang tindih atau saling menghambat. Semua harus bergerak seirama menuju visi-misi pembangunan Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap menerapkan kebijakan baru di sektor…
Pengamat Ekonomi, Suherman Juhari, mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk tidak panik menghadapi pelemahan nilai…
Olahraga padel yang sempat viral di Indonesia menunjukkan eksistensinya di Kota Palangka Raya. Buktinya. Saat…
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini anjlok hingga menyentuh level Rp18.000…
Skandal dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya terus menjadi sorotan…
Pelatih kepala Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menegaskan timnya akan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi…