Menurut Bupati, setiap keterlambatan penyerapan anggaran tidak hanya merugikan dari sisi administratif, tetapi juga menunda peningkatan kesejahteraan warga. Ia memberi contoh, proyek perbaikan jalan yang molor akan terus menyulitkan akses warga terhadap pendidikan dan kesehatan.
Oleh karena itu, ia memerintahkan para camat untuk aktif memantau realisasi program di wilayah masing-masing. Bupati Shalahuddin juga menginstruksikan agar perangkat daerah melakukan sinkronisasi program, kegiatan, dan penganggaran secara horizontal maupun vertikal.
“Sinkronisasi ini penting agar tidak ada program yang tumpang tindih atau saling menghambat. Semua harus bergerak seirama menuju visi-misi pembangunan Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Fenomena dangkalnya Sungai Lamandau menciptakan hamparan pasir yang disulap menjadi pantai dadakan.
Manajer artis Vera Zanobia atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Mak Vera kini menjadi…
Diduga kehilangan kendali saat menyalip kendaraan, seorang pengendara motor tewas setelah bertabrakan dengan dump truck…
Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Yuli Farianti menegaskan bahwa penyebab kematian Dokter Internsip dr.…
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa Febrie Adriansyah memenuhi panggilan penyidik pada Jumat (24/7). Saat ini,…
DPRD Kabupaten Kapuas bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menyetujui sembilan dari 10 rancangan peraturan daerah…