Bupati mengakui bahwa proses relokasi membutuhkan pengorbanan dari berbagai pihak, terutama masyarakat yang harus berpindah tempat tinggal. Namun demikian, ia memastikan pemerintah daerah tidak akan meninggalkan warga dalam proses transisi ini.
“Saya pastikan Pemerintah Kabupaten Barito Utara akan selalu hadir mendampingi masyarakat guna memastikan hak-hak warga terpenuhi demi kehidupan yang lebih layak di masa depan,” ujar Shalahuddin dengan penuh keyakinan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Barito Utara, Junaidi S IP M SI yang turut mendampingi bupati menjelaskan bahwa proyek penataan ini akan berlangsung dalam beberapa tahap. Tahap awal difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar dan relokasi warga yang tempat tinggalnya masuk dalam area pembangunan Water Front City.
Dengan dimulainya groundbreaking ini, Muara Teweh optimistis melangkah menuju kota yang lebih tertata, sehat, modern, dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Barito Utara. Pemerintah kabupaten berkomitmen mengawal proyek ini hingga selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. (ren)
Page: 1 2
Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik menggelar sidang perdana kasus peredaran gelap narkotika, dengan terdakwa Wiwin…
Peragaan busana Sinta Benang Bintik Pulang Pisau 2026 menjadi sarana memperkenalkan wastra khas daerah, memperkuat…
Keluhan klasik masyarakat Kabupaten Lamandau terkait hilangnya sinyal telepon seluler dan internet, setiap kali terjadi…
Kemenkum Kalteng dan Fakultas Syariah UIN Palangka Raya menandatangani PKS untuk memperkuat kolaborasi di bidang…
Pemerintah Kabupaten Kapuas terus menggeber pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pengembangan Kota Kuala Kapuas. Salah satu…
Pemilihan tahap pertama Rektor UPR 2026-2030 tuntas. Tiga kandidat lolos ke tahap berikutnya setelah Dr.…