Categories: Opini

Kalimantan Tengah dan Masa Depan Ekonomi Berbasis Sawit

Dalam beberapa tahun terakhir, daerah penghasil sumber daya alam mengalami penurunan Dana Bagi Hasil (DBH), termasuk Kalimantan Tengah yang mengalami penurunan signifikan dari kisaran Rp2,4 triliun menjadi sekitar Rp504 miliar.

Kondisi ini berpotensi memperlambat pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan belanja pemerintah daerah.

Di sinilah sawit dapat menjadi penopang ekonomi daerah. Namun, ketergantungan pada ekspor bahan mentah bukanlah strategi jangka panjang yang ideal.

Fluktuasi harga CPO dunia, perubahan kebijakan perdagangan internasional, serta tuntutan keberlanjutan lingkungan dapat menjadi risiko yang sewaktu-waktu mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

Karena itu, masa depan ekonomi sawit Kalimantan Tengah harus diarahkan pada hilirisasi. Daerah tidak boleh hanya menjadi pemasok tandan buah segar (TBS) atau CPO, tetapi harus menjadi pusat pengembangan industri berbasis sawit.

Produk turunan seperti minyak goreng, biodiesel, oleokimia, kosmetik, farmasi, hingga bahan baku energi terbarukan memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi dibandingkan menjual bahan mentah.

Keberhasilan program biodiesel nasional hingga B40 dan rencana implementasi B50 menunjukkan bahwa sawit tidak lagi sekadar komoditas perkebunan, melainkan bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Dengan berkembangnya industri biodiesel, permintaan domestik terhadap minyak sawit akan semakin kuat sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasar ekspor.

Selain hilirisasi, peningkatan produktivitas kebun rakyat juga menjadi agenda mendesak. Saat ini masih terdapat kesenjangan produktivitas antara perkebunan rakyat dan perusahaan besar.

Program peremajaan sawit rakyat, penggunaan bibit unggul, digitalisasi manajemen kebun, serta akses pembiayaan yang lebih mudah perlu terus diperluas. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, peningkatan kesejahteraan petani dapat dicapai tanpa harus membuka lahan baru.

Page: 1 2 3

M Hafidz

Recent Posts

Kronologi Pria 63 Tahun Ditemukan Meninggal Posisi Telentang, Sempat Dicari Saudaranya

Kronologi Pria 63 Tahun Ditemukan Meninggal Posisi Telentang, Sempat Dicari Saudaranya

Seorang pria berinisial DE (63), warga Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, ditemukan meninggal…

2 hours ago

HET BBM Diterapkan, BBM Eceran di Lamandau Mendadak Langka, Warga Antre di SPBU

Penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau memicu fenomena baru…

2 hours ago

Potensi Kalteng Kaya, Manfaatkan dan Kembangkan Berbagai Potensi Daerah Peluang Usaha Menjanjikan

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kalimantan Tengah, Norhani. Mengajak mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan…

3 hours ago

Waspada Karhutla, DPRD Palangka Raya Imbau Masyarakat Tak Bakar Lahan Sembarangan

Memasuki puncak musim kemarau. Masyarakat Kota Palangka Raya diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan…

4 hours ago

Pom Mini di Lamandau Terbakar, Pemilik Kios Diduga Alami Luka Bakar

Kios BBM eceran atau pom mini di Jalan Sepaku, Lamandau, terbakar setelah diduga terjadi korsleting.…

4 hours ago

Paskibraka Lamandau 2026 Dapat Pembekalan Ideologi, Sekda Tekankan Pancasila

Sebanyak 65 calon Paskibraka Lamandau 2026 mendapat pembekalan ideologi dari Sekda M. Irwansyah. Pancasila ditekankan…

4 hours ago