Pengalaman berbagai krisis menunjukkan bahwa negara yang memiliki daya beli masyarakat yang kuat cenderung lebih mampu bertahan menghadapi tekanan global dibandingkan negara yang terlalu bergantung pada ekspor.
Dengan kata lain, BRICS dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas peluang ekonomi, tetapi fondasi ketahanan tetap harus dibangun dari dalam negeri.
Tanpa daya saing yang kuat, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produk negara lain.
Sebaliknya, dengan struktur ekonomi yang lebih produktif dan inovatif, Indonesia dapat memanfaatkan BRICS sebagai kendaraan untuk mempercepat transformasi menuju negara maju.
Keanggotaan BRICS pada dasarnya bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi nasional.
Di tengah gejolak ekonomi global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar akses pasar dan investasi.
Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan kerja.
Jika momentum BRICS mampu dimanfaatkan untuk tujuan tersebut, Indonesia tidak hanya akan menjadi penumpang dalam perubahan ekonomi dunia, tetapi juga ikut menentukan arah perjalanannya.
Dengan ekonomi yang semakin kuat dan mandiri, Indonesia berpeluang tampil sebagai salah satu kekuatan utama di antara negara-negara berkembang pada abad ke-21.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya
Dendam yang dipendam selama tujuh tahun berujung maut. Seorang pria di Kapuas nekat menikam kerabatnya…
Polda Kalimantan Tengah menetapkan seorang oknum anggota Polri sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan senjata api…
Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, terus meningkat.
Polri menegaskan bahwa personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tidak memiliki kewenangan untuk…
Srikandi PLN UIP3B Kalimantan bersama BPBD Kota Banjarbaru menggelar pelatihan untuk memperkuat peran perempuan dalam…
Rumor Jurgen Klopp menjadi pelatih Timnas Jerman bukan lagi hisapan jempol belaka. Federasi Sepak Bola…