Dalam konteks inilah BRICS menawarkan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas jaringan perdagangan, investasi, dan kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang yang memiliki potensi ekonomi besar.
Namun, keanggotaan BRICS tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya memperluas hubungan luar negeri.
Yang lebih penting adalah bagaimana Indonesia menjadikannya sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Ketahanan ekonomi bukan hanya soal menjaga pertumbuhan, tetapi juga kemampuan menghadapi guncangan eksternal tanpa mengalami perlambatan yang tajam.
Pemerintah perlu memanfaatkan momentum BRICS untuk mempercepat transformasi struktur ekonomi nasional.
Hilirisasi sumber daya alam harus terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Pada saat yang sama, penguatan industri manufaktur, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, Indonesia perlu memperkuat pasar domestik sebagai penyangga utama pertumbuhan ekonomi.
Adhyaksa FC terus memperkuat skuadnya menjelang bergulirnya Super League Indonesia musim 2026/2027. Klub promosi tersebut…
Ketua DPD I Partai Golkar Kalteng Edy Pratowo menempati peringkat ketiga Ketua DPD I Golkar…
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai…
Shin Tae-yong dijatuhi sanksi larangan melatih di Korea Selatan selama 10 tahun oleh Asosiasi Sepak…
Setiap orang pernah mengalami hari yang buruk atau bad day akibat berbagai penyebab, mulai dari…
Cuaca terik dan angin kencang yang melanda Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir membuat ancaman…