Dalam konteks inilah BRICS menawarkan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas jaringan perdagangan, investasi, dan kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang yang memiliki potensi ekonomi besar.
Namun, keanggotaan BRICS tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya memperluas hubungan luar negeri.
Yang lebih penting adalah bagaimana Indonesia menjadikannya sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Ketahanan ekonomi bukan hanya soal menjaga pertumbuhan, tetapi juga kemampuan menghadapi guncangan eksternal tanpa mengalami perlambatan yang tajam.
Pemerintah perlu memanfaatkan momentum BRICS untuk mempercepat transformasi struktur ekonomi nasional.
Hilirisasi sumber daya alam harus terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Pada saat yang sama, penguatan industri manufaktur, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, Indonesia perlu memperkuat pasar domestik sebagai penyangga utama pertumbuhan ekonomi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran resmi diwisuda S2 UMPR usai menuntaskan…
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Meyakini Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar…
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran. Mendorong 668 lulusan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) untuk mengimplementasikan…
Pernahkah kamu bertemu seseorang yang langsung menarik perhatian meskipun tidak mengenakan pakaian mewah atau riasan…
Merasa bersemangat ketika baru bangun tidur, tetapi mulai kehilangan tenaga saat memasuki sore hari? Kondisi…
Kesibukan dan berbagai tuntutan kehidupan sehari-hari terkadang membuat seseorang merasa tertekan. Mulai dari persoalan pekerjaan,…