Dalam konteks inilah BRICS menawarkan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas jaringan perdagangan, investasi, dan kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang yang memiliki potensi ekonomi besar.
Namun, keanggotaan BRICS tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya memperluas hubungan luar negeri.
Yang lebih penting adalah bagaimana Indonesia menjadikannya sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Ketahanan ekonomi bukan hanya soal menjaga pertumbuhan, tetapi juga kemampuan menghadapi guncangan eksternal tanpa mengalami perlambatan yang tajam.
Pemerintah perlu memanfaatkan momentum BRICS untuk mempercepat transformasi struktur ekonomi nasional.
Hilirisasi sumber daya alam harus terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Pada saat yang sama, penguatan industri manufaktur, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, Indonesia perlu memperkuat pasar domestik sebagai penyangga utama pertumbuhan ekonomi.
Proses penuaan merupakan hal alami yang terjadi pada setiap orang, tetapi beberapa kebiasaan sehari-hari dapat…
Tempe telah lama menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mudah ditemukan di warung makan hingga pasar tradisional,…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau Pos Siaga Karhutla di Pulang Pisau dan menegaskan setiap titik…
Meski Kuntadi sudah menjadi jaksa agung muda bidang tindak pidana khusus (jampidsus) definitif, Jaksa Agung…
Jika bosan dengan olahan ayam yang itu-itu saja, Garlic Parmesan Chicken Legs bisa menjadi menu…
Ingin menikmati hidangan ala restoran Jepang tanpa harus keluar rumah? Sticky Teriyaki Chicken Fried Rice…