Dalam konteks inilah BRICS menawarkan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas jaringan perdagangan, investasi, dan kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang yang memiliki potensi ekonomi besar.
Namun, keanggotaan BRICS tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya memperluas hubungan luar negeri.
Yang lebih penting adalah bagaimana Indonesia menjadikannya sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Ketahanan ekonomi bukan hanya soal menjaga pertumbuhan, tetapi juga kemampuan menghadapi guncangan eksternal tanpa mengalami perlambatan yang tajam.
Pemerintah perlu memanfaatkan momentum BRICS untuk mempercepat transformasi struktur ekonomi nasional.
Hilirisasi sumber daya alam harus terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Pada saat yang sama, penguatan industri manufaktur, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, Indonesia perlu memperkuat pasar domestik sebagai penyangga utama pertumbuhan ekonomi.
Psikologi modern menjelaskan bahwa ada tujuh jenis istirahat yang dibutuhkan tubuh dan pikiran untuk benar-benar…
Pemerintah mulai mengkaji kemungkinan perubahan sasaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Benny Siswanto, memberikan tanggapan tajam sekaligus apresiasi…
Tangisan Nyo saat Indonesia Raya berkumandang sebelum laga Timnas Indonesia vs Oman menjadi sorotan publik.
DPRD Palangka Raya mendukung Program Makan Bergizi Gratis karena membantu pemenuhan gizi anak dan meringankan…
DPRD Kota Palangka Raya mengapresiasi kesiapan Satpol PP bergabung dalam Posko Terpadu GDAN di Ponton.