Categories: Nasional

‎Indonesia dan Albania Teken MoU Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran

‎Selain itu, pemerintah juga terus menggeser paradigma penempatan pekerja migran dari sektor low-skill menuju medium-high skilled workers, sehingga tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja internasional.

‎”Albania merupakan salah satu negara yang nantinya menjadi tujuan penempatan pekerja migran Indonesia dengan kategori skilled workers, baik pada sektor formal maupun tenaga profesional,” imbuhnya.

‎Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), sepanjang Januari 2025 hingga 29 Juli 2026, Kementerian P2MI telah memfasilitasi 142 layanan penempatan pekerja migran Indonesia ke Albania.

‎Meski jumlahnya masih relatif terbatas, Mukhtarudin menilai penandatanganan MoU ini menjadi fondasi penting untuk membangun sistem penempatan yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.

‎”Seluruh proses penyusunan MoU, mulai dari penyampaian usulan Pemerintah Albania, penyampaian counter draft oleh Pemerintah Indonesia, hingga diterimanya naskah final dari Albania, mencerminkan komitmen kuat kedua negara dalam membangun kerangka kerja sama yang memiliki kepastian hukum,” imbuhnya.

‎Mukhtarudin menekankan bahwa implementasi MoU harus dilanjutkan melalui penyusunan instrument sebagai pedoman operasional agar seluruh kesepakatan dapat diterapkan secara jelas, terukur, dan akuntabel.

‎Instrumen tersebut, lanjut Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Kalteng ini  juga menjadi bagian dari prinsip kehati-hatian  dalam kerja sama ketenagakerjaan internasional guna memastikan pelindungan pekerja migran berjalan optimal sejak proses rekrutmen, masa penempatan, hingga penyelesaian apabila terjadi persoalan di negara tujuan.

‎Indonesia juga mendorong implementasi kerja sama dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan sektor-sektor yang memiliki kebutuhan tenaga kerja yang jelas dan memungkinkan pengawasan optimal oleh kedua pemerintah.

‎”Indonesia siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil Albania pada sektor hospitality, kesehatan, manufaktur, dan konstruksi. Kami meyakini keberhasilan pada sektor-sektor prioritas tersebut akan menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor potensial lainnya di masa mendatang,” ujar Mukhtarudin.

Page: 1 2 3 4 5

M Hafidz

Recent Posts

Tarif Listrik PLN untuk Agustus 2026 Dipastikan Tidak Mengalami Perubahan

Tarif listrik PLN untuk Agustus 2026 dipastikan tidak mengalami perubahan. Pemerintah mempertahankan tarif tenaga listrik…

6 hours ago

Kebiasaan Orang Bermental Kuat Saat Menghadapi Stres

Psikologi menjelaskan bahwa perubahan kecil dalam rutinitas harian dapat memberi dampak besar terhadap kesehatan mental…

6 hours ago

The Palace Buka Gerai Kedua di Palangka Raya

The Palace Jeweler terus memperluas jaringan bisnisnya di Kalimantan dengan membuka gerai kedua di Kota…

6 hours ago

Semifinal Piala Presiden 2026 Sajikan 2 Derby Panas! Persib Bandung vs Persija Jakarta, Persebaya Surabaya va Arema FC

Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 sudah memasuki babak semifinal. Pertandingan semifinal tersebut menyajikan dua derby…

7 hours ago

Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Vietnam untuk Memastikan Tiket Semifinal Piala AFF 2026

Timnas Indonesia bisa memastikan tiket semifinal Piala AFF 2026 jika mengalahkan Vietnam di Stadion Pakansari,…

7 hours ago

Sambal Tumpang Tempe yang Gurih dan Nikmat

Indonesia memiliki banyak kuliner tradisional yang menyimpan cerita dan cita rasa khas dari setiap daerah.…

11 hours ago