Tujuannya tidak lain untuk memastikan mereka tidak mengikuti kegiatan fisik di lapangan. Para peserta dengan riwayat penyakit kronis atau sakit berat hanya mengikuti pelatihan di dalam kelas. Dia mengakui, di antara para peserta ada yang menderita beberapa penyakit.
”Kalau yang kami terima di sini ada asma, hipertensi, pasca patah tulang. Kalau jantung tidak ada. Tapi ada juga yang riwayat TBC namun sudah sembuh. Ini masih kami dalami dan cek di Rumah Sakit Cilandak supaya betul-betul dipastikan sembuh,” kata dia.
Sebelumnya, peserta atas nama Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti latsarmil. Mereka menjalani latsarmil di 3 satdik berbeda.
Yakni Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Para peserta dinyatakan meninggal karena sakit. (jpg)
Page: 1 2
Kabut asap akibat karhutla makin pekat di Palangka Raya. Dinkes membagikan masker gratis dan menyiapkan…
Dina Maulidah mengajak generasi muda Murung Raya mengambil peran dalam pembangunan melalui pendidikan, kreativitas, dan…
Hasil reses DPRD Kota Palangka Raya dari tiga daerah pemilihan menjadi acuan penting bagi Pemko…
Yoga mengingatkan generasi muda Murung Raya untuk menjaga nasionalisme dan tidak melupakan sejarah perjuangan para…
Wabup Barsel Khristianto Yudha mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat akhlak, kepedulian, dan…
Bupati Heriyus menegaskan kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, menjaga persatuan, peduli sesama, dan berkontribusi…