Tujuannya tidak lain untuk memastikan mereka tidak mengikuti kegiatan fisik di lapangan. Para peserta dengan riwayat penyakit kronis atau sakit berat hanya mengikuti pelatihan di dalam kelas. Dia mengakui, di antara para peserta ada yang menderita beberapa penyakit.
”Kalau yang kami terima di sini ada asma, hipertensi, pasca patah tulang. Kalau jantung tidak ada. Tapi ada juga yang riwayat TBC namun sudah sembuh. Ini masih kami dalami dan cek di Rumah Sakit Cilandak supaya betul-betul dipastikan sembuh,” kata dia.
Sebelumnya, peserta atas nama Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti latsarmil. Mereka menjalani latsarmil di 3 satdik berbeda.
Yakni Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Para peserta dinyatakan meninggal karena sakit. (jpg)
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan terus bergerak di zona positif. Keperkasaan…
Polisi mengamankan belasan orang usai demo di gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jumat (26/6)…
Stephanie Frappart merupakan wasit perempuan pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia pria. Frappart resmi bergabung…
Awal pekan balap yang kurang mulus buat Marc Marquez. Juara bertahan MotoGP itu terjatuh saat…
ERP Palangka Raya mencatat enam kasus bunuh diri sepanjang Januari hingga Juni 2026 dan mengajak…
Penelitian di Gunung Mas menunjukkan paparan merkuri berkaitan dengan meningkatnya risiko gizi buruk dan stunting…