“Setelah selesai pelatihan, KP2MI akan mengawal proses penempatan lewat berbagai skema yang ada. Kita sudah memploting peserta pelatihan setelah selesai pelatihan akan diarahkan ke mana,” kata Sukarman.
Dalam pelaksanaannya, KP2MI bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan yang telah melalui proses verifikasi dalam sistem E-Vokasi.
Lembaga tersebut antara lain perguruan tinggi, SMK, balai latihan kerja (BLK), lembaga pelatihan kerja (LPK), balai diklat, dan politeknik kesehatan (Poltekkes).
Sukarman mengimbau masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk tidak ragu mengikuti program tersebut.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu mendaftar SMK Go Global. Target kita di tahun 2026 ada kuota sebanyak 40.000 orang,” ujarnya.
Batch 1 masih dibuka di sejumlah daerah
Sementara itu, hingga saat ini sejumlah Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) masih membuka pendaftaran SMK Go Global Batch 1 Gelombang 3.
Informasi mengenai pendaftaran dapat diakses melalui media sosial resmi KP2MI maupun akun media sosial masing-masing BP3MI.
Masyarakat juga diimbau memastikan informasi pendaftaran berasal dari kanal resmi pemerintah untuk menghindari informasi yang keliru. (tim)
Page: 1 2
Hasil asesmen menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kompetensi pegawai Kemenkum Kalteng.
Kemenkum Kalteng dorong inovasi perguruan tinggi agar berkembang menjadi teknologi, produk, dan nilai ekonomi.
Polsek Pahandut menelusuri rekaman CCTV di sekitar Jalan Temanggung Kenyapi guna mengusut temuan mencurigakan berupa…
Kanwil Kementerian Hukum Kalteng dan Pemprov Kalteng harmonisasi rancangan Desain Olahraga Daerah.
Polda Kalteng memproses 123 kasus karhutla dengan menetapkan 28 tersangka perorangan dan memproses hukum tujuh…
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menaikkan alokasi anggaran BPBD dan BTT dalam APBD Perubahan…