Menurutnya, keberadaan Migrant Center juga dapat memperkuat link and match antara perguruan tinggi, SMK, lembaga pelatihan, pemerintah daerah, dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
“Proses penempatan pekerja migran ini sebenarnya sangat sederhana. Di sana ada permintaan, ada supply, dan yang kita lakukan adalah bagaimana melakukan matching dengan Migrant Center yang kita punya, dengan fasilitas pendidikan dan pendanaan yang disiapkan pemerintah,” ujarnya.
Target Pelatihan 40 Ribu Peserta
Dalam program SMK Go Global, pemerintah menargetkan 40 ribu peserta mendapatkan pelatihan pada 2026 dengan durasi pelatihan selama enam bulan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja yang telah memiliki keterampilan dasar dan kemampuan bahasa.
“Tahun ini piloting 40 ribu orang dilatih selama enam bulan. Kita berpikir bagaimana meng-upskill mereka yang sudah punya skill dasar, sudah punya basic bahasa, kemudian dilengkapi dengan sertifikasi,” tutur Dzulfikar.
Program ini akan terus diperluas pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta hingga 140 ribu, kemudian 180 ribu pada 2028, dan 140 ribu pada 2029.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut juga cukup tinggi. Pada batch pertama, tercatat sekitar 14 ribu pendaftar, dengan 3.600 peserta yang lolos pada gelombang pertama.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Pendidikan
Kegiatan di Universitas Diponegoro menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan talenta Indonesia untuk pasar kerja global.
KP2MI mendorong agar perguruan tinggi, SMK, BLK, pemerintah daerah, BP3MI, P3MI, serta mitra strategis lainnya dapat membangun ekosistem yang terintegrasi mulai dari pemetaan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan, penguasaan bahasa, sertifikasi, hingga penempatan.
“Kerja sama kita dengan mitra strategis, perusahaan penempatan pekerja migran atau P3MI, ini harus terus-menerus kita lakukan. Negara telah menyiapkan upskilling, dan kita berharap market pool yang selama ini banyak dilakukan oleh kawan-kawan P3MI dapat menyerap lulusan dari program SMK Go Global,” ujar Dzulfikar.
Ia berharap kolaborasi yang dibangun melalui SMK Go Global dapat menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia sekaligus memperluas akses generasi muda Indonesia terhadap peluang kerja internasional.
DPRD Palangka Raya mengimbau masyarakat saling membantu memadamkan karhutla guna meringankan beban para petugas di…
Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian…
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamandau menggelar rekonstruksi tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan berat yang…
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu perhatian utama jajaran Polres Lamandau. Langkah…
Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya menyediakan pasokan air untuk mendukung operasional Satgas Karhutla yang menangani…
Empat penghargaan berhasil dibawa pulang jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam ajang Kompolnas Award 2026…