SKY tersebut juga meminta PLN menyampaikan data secara transparan, mulai dari besaran daya yang hilang akibat gangguan, cadangan operasi yang tersedia, hingga kondisi pasokan batu bara sesuai spesifikasi.
Ia mengungkapkan, beredar isu di kalangan pengusaha batu bara bahwa berkurangnya produksi membuat sebagian pemasok tidak lagi menyuplai kebutuhan pembangkit PLN.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di masyarakat.
Selain itu, SKY mempertanyakan target waktu normalisasi sistem kelistrikan secara nasional.
Ia berharap perhatian PLN tidak hanya terfokus pada Pulau Jawa dan Sumatra, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat di Kalimantan yang hingga kini masih mengalami pemadaman secara bergantian.
“Di Kalimantan sampai detik ini pun masih. Jadi yang terjadi itu menyala bergilir, bukan pemadaman bergilir,” pungkasnya.(hfz)
Page: 1 2
Pelaksanaan pembangunan di Kota Palangka Raya dinilai telah berjalan sesuai dengan arah dan perencanaan pemerintah.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng), Junaidi. Meminta pemerintah segera turun…
Arema FC mengawali Super League 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC. Tampil di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9),…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya secara resmi mengusulkan pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun…
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan…
Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah…