Categories: International

Ukraina Klaim Berhasil Tekan Rusia, Sebulan 40 Ribu Tentara Jadi Korban

Militer Ukraina juga mengklaim berhasil melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi di Crimea.

Dalam operasi yang berlangsung pada 1–2 Juli, Ukraina menyebut telah menghancurkan 12 gardu listrik di wilayah tersebut.

Menurut Kyiv, langkah tersebut dilakukan untuk melemahkan kemampuan logistik dan operasional militer Rusia di Semenanjung Crimea.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

Komandan Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, Robert “Magyar” Brovdi, mengungkapkan bahwa unit drone negaranya beroperasi dengan intensitas yang sangat tinggi sepanjang Juni.

Ia mengklaim serangan drone terhadap target Rusia terjadi rata-rata setiap 52 detik.

Menurut Brovdi, lebih dari 50.000 target militer Rusia berhasil dihancurkan maupun dirusak selama satu bulan.

Pernyataan tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Korban Rusia Diklaim Hampir 40 Ribu Personel

Militer Ukraina memperkirakan Rusia mengalami sekitar 39.490 korban hanya selama Juni 2026.

Jumlah tersebut diklaim jauh lebih besar dibandingkan kemampuan Rusia merekrut personel baru yang diperkirakan hanya berkisar antara 24.000 hingga 30.000 tentara per bulan.

ISW juga menghitung bahwa Rusia kehilangan sekitar 1.298 personel untuk setiap satu kilometer persegi wilayah yang berhasil direbut sepanjang Juni.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Zelenskyy mengutip estimasi Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang menyebut total korban Rusia sejak perang dimulai telah mencapai sekitar 1,4 juta orang.

Angka ini mencakup personel yang tewas maupun terluka menurut estimasi tersebut dan belum dikonfirmasi oleh pemerintah Rusia.

Rusia Tetap Buka Peluang Negosiasi

Di tengah situasi medan perang yang masih berlangsung, Rusia menyatakan tetap membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan proposal yang sebelumnya dibahas bersama Amerika Serikat masih dapat menjadi dasar negosiasi damai.

Page: 1 2 3 4 5

Hendry Priyatmoko

Share

Recent Posts

Negara Hadir untuk Anak PMI, Mukhtarudin Serahkan Bantuan Pendidikan di Malaysia

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan pelindungan PMI tidak hanya menyangkut pekerja, tetapi juga keluarga dan anak…

11 hours ago

Arton S. Dohong Desak Jajaran Eksekutif Segera Eksekusi Tahapan Pelelangan Proyek – Proyek Daerah

Minimnya realisasi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah, yang baru menyentuh angka 38 persen hingga…

12 hours ago

Tak Ingin Hak Pekerja Diabaikan, DPRD Kalteng Minta Disnakertrans Data Karyawan Terdampak PHK

Banyak pekerja di wilayah konstituen Kalimantan Tengah (Kalteng), menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan…

12 hours ago

Kesal Campuri Masalah Rumah Tangga, Pria di Tanah Bumbu Bacok Ketua RT Sampai Tewas

Seorang pria berinisial MSP (56) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan ABL (57), seorang ketua RT,…

12 hours ago

Pemkab Kotim dan Kanwil Kemenkum Kalteng Perkuat Kerja Sama Perlindungan Kekayaan Intelektual

Pemkab Kotim dan Kanwil Kemenkum Kalteng memperkuat kerja sama untuk mendorong perlindungan kekayaan intelektual melalui…

12 hours ago

Sandiaga Uno Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo, Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi

Nama Sandiaga Uno kembali muncul di tengah menguatnya wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.

12 hours ago